Sebanyak 80 angkringan dengan total 16 ribu nasi kucing gratis disediakan buat traveler di Malioboro. Sultan Hamengku Buwono X lagi traktiran ulang tahun yang ke-80.
Mulai sore hingga malam nanti, kawasan di sepanjang Malioboro, Jogja akan dipenuhi dengan penjaja angkringan gratis.
Angkringan gratis itu disajikan dalam rangka pesta rakyat memperingati hari ulang tahun ke 80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengatakan perayaan Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X bukan hanya acara formal, namun ada perayaan dalam bentuk pesta rakyat yang terbuka untuk umum di kawasan Malioboro.
Masyarakat dapat menikmati angkringan gratis sambil menyaksikan berbagai pertunjukan seni di kawasan Malioboro. Kata Imam, sekitar 80 angkringan tersaji gratis untuk masyarakat umum.
"Mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB, dibagi dua sesi. Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing. Pembagian dua sesi dilakukan untuk mengatur distribusi masyarakat agar tetap nyaman selama acara berlangsung," jelas Imam dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Angkringan gratis ini akan hadir mulai dari kawasan Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Termasuk di area Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, hingga depan Sonobudoyo. Selain angkringan, Imam bilang, sajian tumpeng dari Pemda DIY juga akan dibagikan di sejumlah titik di sepanjang Malioboro.
Di sela-sela titik angkringan, masyarakat juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni yang berada di kawasan BPD DIY, eks Teras Malioboro 2, trotoar depan DPRD DIY, area Hotel Mutiara, pintu barat Kepatihan, Teras Malioboro 1, Pasar Beringharjo, hingga kawasan Titik Nol Kilometer.
Sebanyak 10 titik atraksi budaya akan tersebar di sepanjang Malioboro, mulai dari kawasan Pangurakan hingga ujung jalan depan Hotel Garuda Inn. Beragam pertunjukan akan ditampilkan, mulai dari jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga keroncong dan band.
"Konsep ini menjadi cara sederhana namun kuat untuk menghadirkan kebersamaan dalam ruang publik. Ini memang dari masyarakat untuk masyarakat, sebagai bentuk kebersamaan dalam memaknai momen ini," ujar Imam.
---------
Artikel ini telah naik di detikJogja.










































