Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum

Eka Rimawati - detikTravel
Sabtu, 04 Apr 2026 06:20 WIB
TKP diduga penganiayaan bule Rusia terhadap warga Banyuwangi akibat suara Sound Sistem Gebyar Lebaran di pintu masuk Marina Boom Banyuwangi
TKP diduga penganiayaan bule Rusia terhadap warga Banyuwangi (Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Bule Rusia berinisial AF diduga melakukan penganiayaan kepada SHN (56), warga Banyuwangi gegara Sound Horeg acara Lebaran. Korban mau menempuh jalur hukum.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi saat korban tengah mempersiapkan acara festival Idul Fitri bertajuk 'Gebyar Lebaran' di Kelurahan Mandar, Banyuwangi.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian hidung serta mengeluhkan nyeri pada tulang hidung. Selain itu, pipi kanan korban juga lebam hingga membiru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Penganiayaan

Peristiwa bermula pada Minggu (29/3) pagi, saat korban tengah melakukan cek sound system untuk perlengkapan acara yang disewa warga Kampung Mandar. Ia tidak menyangka suara sound system miliknya diduga mengganggu WNA Rusia yang merupakan pemilik restoran di kawasan Pantai Boom Banyuwangi.

"Tadi pagi itu, saat saya ada di pos tahu-tahu dia datang dan alat-alat saya itu dimatikan semua, mesin-mesin sound saya itu ada yang dicabut juga," tegas SHN.

ADVERTISEMENT

Merasa kaget, korban berusaha melindungi perlengkapan sound system miliknya yang baru saja diperbaiki. Ia mencoba menjauhkan WNA tersebut dengan cara mendorong, namun aksinya justru dibalas dengan pukulan berulang kali.

"Sebagai pemilik saya melindungi barang saya, itu kan alat-alatnya mahal juga saya takut rusak lagi, itu habis saya benahi kan sampai 10 juta habisnya. Akhirnya bule nya itu saya dorong supaya pergi tidak merusak alat saya gitu lho, saya kan melindungi alat saya," jelasnya lebih lanjut.

Saat mencoba membela diri, korban sempat terjatuh hingga lutut kanannya terkilir dan sulit digerakkan.

"Saya dipukul ini hidung saya dan pipi kanan sampai saya terjatuh ini terkilir saya," jelas SHN.

SHN mengaku telah terbiasa menangani acara serupa setiap tahun tanpa kendala. Namun, pada tahun ini ia justru mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

"Ya sudah biasa setiap tahun begini, sound saya kecil itu. Sudah saya mundurkan jauh karena sudah diprotes 3 kali sebetulnya," terang SHN.

Korban Tempuh Jalur Hukum

Kasus dugaan penganiayaan oleh seorang WNA asal Rusia berinisial AF berlanjut ke jalur hukum. Korban berinisial SHN menilai tidak ada itikad baik dari pihak terduga pelaku.

Hingga memasuki hari ke-5 pasca kejadian, belum ada upaya komunikasi intensif yang mempertemukan kedua belah pihak dalam satu meja.

Kuasa hukum korban SHN, Rozaki Muhtar menyebut, belum ada satupun perwakilan dari AF yang menemui korban maupun tim kuasa hukumnya.

Selain itu, tidak ada juga upaya menemui warga sekitar termasuk panitia Gebyar Lebaran 2026 sebagai pihak yang menyewa korban dalam acara tersebut.

"Belum ada, tidak ada satupun yang menemui sampai hari ini," jelas Muhtar, Jumat (3/4/2026).

Muhtar menegaskan, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib sejak Minggu (29/3) sore. Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu pagi di pintu masuk Marina Boom Banyuwangi.

Ia menyebut, tujuan kliennya melaporkan kasus tersebut untuk meminta perlindungan hukum serta berharap keadilan dapat ditegakkan.

"Kami datang ke Polresta Banyuwangi untuk meminta perlindungan hukum sebagai warga negara Indonesia dan kami meyakini hukum masih ada di Indonesia ini dan bisa berdiri tegak memberikan keadilan bagi klien kami," tegas Muhtar.

Menurutnya, kliennya merupakan warga lokal yang hanya menjalankan tugas sebagai operator sound system dalam acara Gebyar Lebaran, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menegaskan bahwa peralatan sound system yang digunakan tidak masuk kategori sound horeg dan lokasinya cukup jauh dari kafe tempat terduga pelaku bekerja.

"Ini juga kecil sound-nya, dan lokasinya jauh dari cafe tempat terduga pelaku bekerja. Kami meminta kepada Polresta Banyuwangi, ini ada warga lokal di sana yang hanya berniat mencari sesuap nasi tapi ada tindakan neo kolonial yang tidak pantas, jadi tolong tegakan hukum dan beri kepastian hukum pada warga negara Indonesia ini," ungkapnya.


--------

Artikel ini telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Heboh Acara Sahur di Jombang Pakai Sound Horeg-Penari Seksi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads