Ribuan peziarah mengikuti perayaan Semana Santa di Larantuka, Flores Timur. Salah satunya Nelson Silva yang datang jauh-jauh dari Portugal.
Ya, ribuan peziarah yang mengikuti prosesi Semana Santa di Nusa Tenggara Timur (NTT) datang dari berbagai daerah hingga luar negeri. Nelson hanya salah satu di antaranya.
Semana Santa adalah rangkaian tradisi perayaan Pekan Suci Paskah yang digelar selama tujuh hari oleh umat Katolik di Larantuka. Menurut Nelson, bangsa Portugal memiliki sejarah panjang terkait penyebaran agama Katolik di Larantuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang Portugal sudah berada di Larantuka sejak lama sekali. Karena sejarah Larantuka yang berkaitan dengan orang Portugal dan bagaimana orang Portugis membawa agama Katolik ke sini," tutur Nelson saat mengikuti prosesi laut, salah satu rangkaian Semana Santa di Larantuka, Jumat (3/4/2026).
"Sebagai orang Portugis, saya tertarik untuk datang dan melihat pekan suci di Larantuka," imbuhnya.
Nelson bersama anaknya datang ke Larantuka. Mereka berangkat dari Timor Leste. Ia pun akan mengikuti seluruh prosesi Semana Santa hingga perayaan Paskah pada Minggu (5/4) nanti.
"Tentu saja sangat menarik untuk berada di sini selama periode Paskah ini," ujar Nelson.
Seperti diketahui, Larantuka dikenal sebagai pusat tradisi Katolik tertua di Indonesia. Salah satu tradisi Katolik di Larantuka yang tidak ditemukan di daerah-daerah lainnya adalah Semana Santa.
Semana Santa sendiri merupakan ritual yang ditujukan kepada Yesus dan Bunda Maria (Mater Dolorosa). Rangkaian Semana Santa berlangsung satu pekan, mulai dari Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah.
Tahun ini, lebih dari seribu peziarah dari berbagai daerah telah mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian Semana Santa di Larantuka. Sejumlah warga negara asing (WNA) juga hadir langsung mengikuti prosesi tersebut.
Ribuan peziarah itu akan mengiringi pertemuan Tuan Ma, Tuan Meninu, dan Tuan Ana ke Gereja Katedral Renha Rosari Keuskupan Larantuka. Sepanjang jalan, para peziarah mendaraskan doa dan menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan.
Tuan Ma merupakan patung berwujud Bunda Maria yang ditemukan di pinggir Pantai Larantuka pada tahun 1510. Kemudian, Tuan Ana merupakan patung Yesus. Ada pula Tuan Meninu atau bayi Yesus ditemukan sekitar 100 tahun setelah penemuan patung Tuan Ma.
Sementara itu, prosesi laut Semana Santa siang tadi juga berlangsung meriah. Para peziarah tampak menggenggam Rosario dan berdoa penuh takzim. Malam ini, peziarah akan mengelilingi Kota Larantuka sambil mengarak patung Tuan Ma.
--------
Artikel ini telah naik di detikBali.











































Komentar Terbanyak
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030