Pulau Paskah, juga dikenal sebagai Rapa Nui, adalah pulau kecil berpenghuni paling terisolasi di dunia, memiliki budaya kuno di tengah Samudra Pasifik.
Di tempat terpencil dan terisolasi ini terdapat moai, patung batu raksasa yang konstruksinya menjadi misteri hingga hari ini. Terdapat 887 moai yang tersebar di Pulau Paskah.
Destinasi wisata yang ditawarkan pulau ini yaitu Rano Raraku, tambang batu vulkanik tempat moai dipahat, dan gunung berapi Rano Kau di sebelah Orongo, situs upacara kultus kuno manusia burung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau ini juga menawarkan Pantai Anakena yang indah, ideal untuk beristirahat dan menyelam. Selain itu, seluruh budaya Rapa Nui menjadi hidup pada bulan Februari selama Festival Tapati yang semarak.
Orang Rapa Nui adalah orang Polinesia, seperti Hawaii, Tahiti, dan Maori Selandia Baru. Bahasa resmi adalah bahasa Spanyol dan Rapa Nui. Bahasa Rapa Nui merupakan bahasa asli pulau itu, mirip dengan bahasa Hawaii dan Tahiti.
Pariwisata adalah sumber pendapatan utama bagi penduduk pulau. Mata uang resmi adalah peso Chili (CLP), meskipun dolar AS juga diterima. Karena keterpencilan (semuanya harus diterbangkan atau dikirim) dan pariwisata, maka harga makanan, minuman, transportasi dan penginapan cukup tinggi.
Satu-satunya cara untuk menuju ke Pulau Paskah adalah dengan menggunakan pesawat. Bandara Internasional Mataveri Rapa Nui, dianggap sebagai bandara terpencil di dunia.
Bandara ini hanya terhubung dengan Bandara Arturo Merino BenΓtez di Santiago de Chile (SCL), yang terletak pada jarak 3759 km. Landasan pacu Bandara Rapa Nui sepanjang 3.300 meter, oleh NASA dijadikan untuk pendaratan darurat pesawat Space Shuttle.
Saat ini, penerbangan komersil Latam Airlines adalah satu-satunya maskapai penerbangan yang memiliki penerbangan berjadwal ke Rapa Nui.
Maskapai ini mengoperasikan Boeing 787-9 Dreamliner untuk rute harian dari Santiago de Chile, meskipun pada musim ramai frekuensi penerbangan dapat sedikit bervariasi, karena ini adalah titik penghubung terpenting dan paling mudah diakses.
Durasi penerbangan dari Santiago de Chile ke Rapa Nui sekitar 5 jam 40 menit untuk perjalanan pergi dan sedikit lebih singkat, 4 jam 45 menit untuk perjalanan pulang karena pengaruh angin.
Harga tiket ke Pulau Paskah dari Santiago de Chile, kelas ekonomi, bervariasi tergantung tanggalnya, harga tiket mulai dari US$ 350 (setara Rp5,9 jutaan) di musim sepi, dengan pemesanan beberapa minggu atau bulan sebelumnya.
Jika dibeli di musim ramai atau sesaat sebelum perjalanan, harganya bisa mencapai hingga US$ 1000 (setara Rp16,9 jutaan). Harga kelas bisnis atau eksekutif berkisar dari US$ 800 (setara Rp13,5 jutaan) hingga lebih dari US$ 3000 (setara Rp50,9 jutaan) pada periode permintaan tertinggi.
--------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons