Turis Belgia Terpeleset di Jalur Pendakian Gunung Rinjani, Kaki Kiri Patah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Belgia Terpeleset di Jalur Pendakian Gunung Rinjani, Kaki Kiri Patah

Ahmad Viqi - detikTravel
Minggu, 05 Apr 2026 07:11 WIB
Pemandu pendakian mengevakuasi turis asal Belgia, Juliette Marcelle V Andre, dengan cara menggendongnya setelah terpeleset di Gunung Rinjani. (Foto: Dok. TNGR)
Pemandu pendakian mengevakuasi turis asal Belgia, Juliette Marcelle V Andre, dengan cara menggendongnya setelah terpeleset di Gunung Rinjani. (Dok. TNGR)
Mataram -

Turis asal Belgia, Juliette Marcelle V Andre, mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kaki kiri perempuan asing berusia 25 tahun itu patah.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo, mengungkapkan kecelakaan tersebut terjadi di jalur Pelawangan Sembalun ke Danau Segara Anak pada Sabtu (4/4/2026), sekitar pukul 11.30 Wita. Dia mengatakan Juliette terpeleset di jalur curam menuju Danau Segara Anak Rinjani saat perjalanan turun.

"Korban mengalami cedera serius pada kaki sebelah kiri. Kaki korban bengkak," ujar Astekita saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data aplikasi eRinjani, Juliette diketahui melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun pada Jumat (3/4). Akibat kecelakaan tersebut, kaki perempuan Belgia itu disebut mengalami patah tulang. Juliette pun kesulitan untuk berjalan.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan tim evakuasi (EMHC). Selanjutnya tim EMHC segera menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan asesmen terkait kondisi korban," kata Astekita.

ADVERTISEMENT

Menurut Astekita, pemandu pendakian yang mendampingi Juliette telah membawa korban naik ke shelter emergency di Pelawangan 1 Sembalun. Juliette juga telah mendapatkan penanganan medis di sana.

"Pukul 13.43 Wita, korban tiba di shelter emergency 1 di Pelawangan dengan cara digendong oleh porter. Kemudian korban mendapatkan perawatan awal oleh petugas jaga di Pelawangan," ujar Astekita.

"Tim sudah mengumpulkan peralatan evakuasi serta logistik. Info sementara sedang dalam perjalanan dibawa turun ke basecamp dari Pelawangan Sembalun," dia menambahkan.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads