Kehabisan Kuota, Turis Asing Protes Dilarang Trekking di Pulau Padar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kehabisan Kuota, Turis Asing Protes Dilarang Trekking di Pulau Padar

Ambrosius Ardin - detikTravel
Minggu, 05 Apr 2026 08:11 WIB
Sejumlah turis asing protes saat dilarang trekking di Pulau Padar.
Sejumlah turis asing protes saat dilarang trekking di Pulau Padar. (Tangkapan layar Instagram)
Labuan Bajo -

Sejumlah wisatawan mancanegara emosi setelah ditolak trekking ke Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (4/3/2026). Mereka sudah terlanjur berada di pulau tersebut.

Aksi protes wisatawan itu viral di media sosial. Dalam video itu ditunjukkan turis-turis itu sudah tiba di depan loket tiket Pulau Padar.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, membenarkan insiden dalam video itu. Dia mengatakan mereka ditolak trekking setelah kuota harian, sebanyak 1.000 slot habis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kemudian BTNK akhirnya membolehkan wisatawan itu trekking ke Pulau Padar. Hendrikus mengatakan kuota trekking ditambahkan pada Sabtu.

"Tambah kuota 200 tiket," kata Hengki, sapaan Hendrikus, dikutip dari detikBali.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan penambahan kuota tersebut masih bisa dilakukan karena penerapan kuota 1.000 kunjungan per hari itu masih dalam tahap uji coba. Penambahan kuota juga mempertimbangkan tingginya kunjungan wisatawan seperti kemarin.

"Ini masih masa uji coba," kata Hengki.

Dia menduga wisatawan tersebut sudah telanjur tiba di Pulau Padar, lalu sempat melakukan protes, karena tidak mengetahui kuota trekking telah habis. Kondisi itu terjadi karena wisatawan tersebut tidak mendaftar masuk ke Taman Nasional Komodo melalui aplikasi SiOra.

Karena situasi itu pula terkuak bahwa turis-turis itu tidak mengikuti aturan yang berlaku. Hengki pun meminta pelaku usaha pariwisata memastikan setiap wisatawan yang dibawa ke Taman Nasional Komodo sudah membeli tiket melalui aplikasi SiOra.

"Kalau kuota sudah habis, wisatawan jangan ke Taman Nasional Komodo," kata Hengki.

Ya, kunjungan wisatawan ke TN Komodo dibatasi maksimal 365 ribu orang per tahun. Kebijakan. itu dimulai pada 2026 dengan memberlakukan kuota kunjungan 1.000 wisatawan per hari.

Jumlah kuota per tahun itu merujuk jumlah kunjungan tahun-tahun sebelumnya dan membandingkan dengan perhitungan daya dukung dan daya tampung TN Komodo pada 2018. Pada 2025 jumlah kunjungan sebanyak 429.509 orang. Kajian dilakukan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra dan World Wide Fund for Nature (WWF), sebuah organisasi konservasi independen dunia.

"Itu berdasarkan hasil kajian 2018 itu batas optimum kunjungan itu 366 ribu sekian-sekian (366.108) per tahun, tapi untuk memudahkan ya pendekatan aja rata-rata 1.000 per hari," jelas Hengki.

Kuota 1000 kunjungan per hari ke Pulau Padar dibagi dalam tiga sesi, yaitu pukul 05.00-08.00 Wita, 08.00-11.00 Wita, dan 15.00-16.00 Wita. Tiap sesi kunjungan 300-350 orang.




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads