Italia Tak Lagi Sama, Kini Perketat Aturan untuk Turis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Italia Tak Lagi Sama, Kini Perketat Aturan untuk Turis

Bonauli - detikTravel
Minggu, 05 Apr 2026 15:25 WIB
Cinque Terre
Cinque Terre (Instagram @cinqueterretrip)
Roma -

Italia memahami betul dampak overtourism pada kota-kota wisatanya. Tak ingin kehilangan turis tapi juga sayang warga, beberapa kota wisata memperketat aturan wisata.

Dikutip dari VisitUkraine pada Minggu (5/3/2026), jutaan wisatawan memang menjadi salah satu sumber utama pendapatan bagi Italia setiap tahunnya. Namun, pada saat bersamaan kedatangan jutaan wisatawan itu juga menciptakan tekanan serius pada infrastruktur, warisan budaya, dan kehidupan sehari-hari penduduk setempat.

Italia pun mulai menyusun langkah secara bertahap untuk membatasi wisatawan. Pemerintah Italia menegaskan aturan itu bukan untuk menakut-nakuti wisatawan, tetapi mengubah format perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut peraturan-peraturan di beberapa kota wisata Italia pada 2026:

Pulau Capri

Pulau Capri di Italia telah dikaitkan dengan kemewahan dan negeri dongeng selama bertahun-tahun. Beberapa tahun terakhir kota ini mencatat lebih dari 50 ribu wisatawan per hari, padahal populasinya hanya sekitar 13 ribu jiwa.

Berikut aturan buat wisatawan di Pulau Capri mulai musim panas 2026:

ADVERTISEMENT

1. Kelompok wisata - tidak lebih dari 40 orang.
2. Pengeras suara dilarang untuk kelompok besar.
3. Tur akan dilakukan melalui headphone.
4. Stiker atau metode berisik lainnya dilarang untuk identifikasi kelompok.

Tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan di tempat-tempat paling populer di pulau ini dan membuat pergerakan lebih nyaman.

Penting! Pembatasan seperti ini hampir tidak memengaruhi wisatawan individu, terutama mereka yang tinggal selama beberapa hari.

Florence

destinasi wisata florencedestinasi wisata Florence (Visit Florence)

Florence telah memutuskan untuk memerangi tidak hanya jumlah wisatawan, tetapi juga kekacauan di ruang kota. Kota ini membuat beberapa peraturan untuk pemilik bisnis di sana.

Teras musim panas dilarang di puluhan jalan di pusat bersejarah. Kemudian, pembatasan diberlakukan pada iklan, papan nama, dan penerangan.

Alasannya adalah jalan-jalan yang telah berubah menjadi labirin meja, struktur, dan spanduk. Kota ini mencoba untuk mengembalikan estetika dan fungsionalitas ruang, meskipun hal ini menimbulkan diskusi di antara pengusaha lokal. Sistem denda diberlakukan untuk pelanggaran aturan.

Cinque Terre

Cinque Terre menjadi salah satu wilayah paling instagramable di Italia. Kota ini telah memutuskan untuk mengubah model masuk dan beralih ke akses terkontrol. Pertama-tama, aturan ini berlaku untuk jalur legendaris Via del Amore.

Mulai tahun 2026, masuk hanya akan diizinkan dengan reservasi terlebih dahulu, selain itu, disediakan slot waktu dengan interval, dan jumlah pengunjung akan dibatasi hingga sekitar 400 orang per jam. Selain itu, pada musim ramai, rute tersebut beroperasi sebagai jalur satu arah.

Air Mancur Trevi, Roma

People admire the 18th century Trevi Fountain, one of Rome's most iconic landmarks, as it reopens to the public after undergoing maintenance, just on time for the start of the Jubilee Year, an event expected to draw millions of visitors to the Eternal City, in Rome, Sunday, Dec. 22, 2024. (AP Photo/Andrew Medichini)Trevi Fountain di Roma (AP/Andrew Medichini)

Roma juga telah memperkenalkan perubahan simbolis tetapi penting yaitu kontrol akses ke Air Mancur Trevi. Mulai sekarang, masuk ke objek wisata ini untuk non-penduduk dikenakan biaya sekitar 2 euro (Rp 39.000). Selain itu, jumlah orang telah dibatasi, hingga 400 orang sekaligus.

Pihak berwenang juga mempertimbangkan untuk memperkenalkan sistem masuk berdasarkan slot waktu.

Puluhan ribu orang mengunjungi air mancur setiap hari, dan tanpa kendali, tempat itu berubah menjadi kekacauan. Aturan baru ini diharapkan dapat membuat pengalaman tersebut lebih tenang dan aman.

Venesia

The Grand Canal, where the canal's water has been dyed green in a protest organised by the Venice (Manuel Silvestri/Reuters)

Venesia terus bereksperimen dengan tiket masuk berbayar untuk wisatawan. Pada 2026, biaya untuk pengunjung satu hari mungkin akan meningkat menjadi 10 euro (Rp 195.927) dan akan berlaku pada hari dan musim puncak. Pengecualiannya adalah, aturan itu tidak berlaku bagi mereka yang menginap.

Langkah ini terutama bertujuan untuk mengurangi arus wisatawan satu hari, yang dinilai menimbulkan beban terbesar bagi kota kanal yang sangat rapuh itu.




(bnl/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads