Industri Perjalanan Mewah Tetap Optimis Meski Tantangan Global Meningkat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Industri Perjalanan Mewah Tetap Optimis Meski Tantangan Global Meningkat

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Senin, 06 Apr 2026 11:20 WIB
Penerbangan Mewah
Ilustrasi perjalanan mewah. (CNN)
Jakarta -

Di tengah konflik yang sedang terjadi saat ini di Timur Tengah, sektor industri perjalanan mewah ternyata masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Data terbaru dari jaringan perjalanan mewah bernama Virtuoso menunjukkan sektor tersebut tetap optimis untuk tahun 2026. Menurut Virtuoso, 93% pelaku industri menyoroti konflik geopolitik dan 79 % menekankan ketidakpastian politik sebagai tantangan utama.

Meski begitu, pengeluaran wisatawan yang stabil dan pergeseran ke pengalaman mewah berbasis pengalaman menjaga optimisme industri. Sektor pariwisata diperkirakan menyumbang hampir 12 triliun USD (Rp 204 kuadriliun) terhadap PDB global pada 2025 atau sekitar 10%dari ekonomi dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Travel & Tourism News Middle East, Senin (6/4/2026) tren baru menunjukkan wisatawan kaya lebih memilih pengalaman daripada barang fisik. Di Eropa, Prancis diproyeksikan memimpin pertumbuhan perjalanan internasional dengan kenaikan hampir 14% pada 2026, diikuti Jerman, Italia, dan Spanyol.

ADVERTISEMENT

Survei Virtuoso Pulse Januari 2026 menunjukkan mayoritas agen perjalanan (62%) dan mitra pilihan (60%) memiliki tingkat kepercayaan bisnis tinggi. Sebanyak 75% pemilik agensi berencana menambah staf tahun ini, baik penasihat penuh waktu, staf pendukung, maupun kontraktor independen.

Prospek positif itu didorong oleh anggaran klien yang sehat dan konsumen mewah yang tetap aktif. Perilaku wisatawan juga mengalami perubahan: 55% tertarik pada destinasi baru, 39% memilih perjalanan multi-destinasi, dan 36% mengutamakan pengalaman yang lebih santai dan mendalam.

Meski sensitif terhadap harga (34% agen melaporkan hal ini), pelancong menyesuaikan durasi perjalanan (59%) atau jenis akomodasi (56%) tanpa membatalkan rencana.

"Saya sangat antusias mengubah tantangan menjadi peluang dengan perspektif baru. Fokus kami pada fleksibilitas dan komitmen bersama memperkuat dukungan bagi anggota, layanan untuk mitra, dan kesiapan beradaptasi di tahun-tahun mendatang," kata CEO Virtuoso, Matthew D. Upchurch.




(upd/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads