Pemprov Banten berencana melanjutkan program strategis revitalisasi kawasan Banten Lama peninggalan Kesultanan Banten meliputi bangunan Keraton Surosowan yang dibangun sekitar tahun 1552 serta Masjid Agung Banten yang didirikan tahun 1556.
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat daya tarik wisata budaya, sejarah, dan religi di kawasan Banten Lama, Kota Serang.
"Program revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan potensi peninggalan Kesultanan Banten. Pemprov Banten terus mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkokoh persatuan menuju Banten maju, adil merata, tidak korupsi," ujar Gubernur Banten, Andra Soni di situs resmi Pemkot Serang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andra menjelaskan bahwa Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati, merupakan sosok pendiri sekaligus Sultan pertama yang membawa Banten pada masa kejayaan. Menurutnya, banyak keteladanan yang dapat dipetik dari perjuangan sang Sultan, baik dalam menyebarkan syiar Islam maupun dalam pembangunan daerah.
"Di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin, Banten bertransformasi menjadi kota pelabuhan yang sangat berpengaruh. Banten menjadi pusat perdagangan besar dan penghubung utama bagi pedagang dari India, Arab, Tiongkok, hingga berbagai wilayah di Nusantara," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono menambahkan bahwa Sultan Maulana Hasanuddin telah meletakkan tiga pilar utama dalam tata kelola kemasyarakatan yang menjadi konsep berbangsa dan bernegara. Ketiga pilar tersebut disimbolkan melalui infrastruktur yang ada di Banten Lama.
"Tiga pilar ini adalah politik yang disimbolkan dengan Istana Surosowan, spiritual melalui Masjid Agung, dan perekonomian melalui Pelabuhan Karangantu. Konsep ini kemudian diterapkan pada berbagai kerajaan dan kota di tanah Jawa," jelasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal