Aksi pencurian karya seni kembali mengguncang dunia museum internasional. Sejumlah lukisan karya maestro dunia dilaporkan dicuri dari sebuah museum di Italia dalam sebuah operasi yang berlangsung cepat dan terorganisir.
Melansir The Guardian, peristiwa ini terjadi di vila milik Yayasan Magnani Rocca yang berlokasi dekat Parma, Italia utara, 22 Maret 2026 lalu.
Berdasarkan laporan media Italia, empat pria bertopeng memasuki kompleks vila dan langsung menargetkan ruang penyimpanan karya seni bernilai tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelaku diketahui mendobrak pintu masuk menuju sebuah ruangan di lantai pertama sebelum melancarkan aksinya. Kepolisian setempat melaporkan aksi pencurian ini dilakukan dalam waktu kurang dari tiga menit dan berhasil membawa kabur sejumlah lukisan penting melalui area taman museum.
Lukisan yang dicuri disebut mencakup lukisan Ikan karya Pierre-Auguste Renoir,"Benda Mati dengan Buah Ceri" karya Paul CΓ©zanne, dan "Odalisque di Teras" karya Henri Matisse. Karya-karya tersebut dikenal memiliki nilai artistik tinggi dan menjadi bagian penting dari koleksi yayasan.
Menurut laporan BBC, total nilai lukisan yang digondol pelaku diperkirakan mencapai β¬9 juta atau setara Rp 175 miliar. Besarnya nilai kerugian ini menambah daftar panjang kasus pencurian karya seni bernilai tinggi yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan intensif. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di area museum tengah diperiksa untuk mengidentifikasi para pelaku dan menelusuri jalur pelarian mereka.
Aparat juga menduga bahwa aksi ini telah direncanakan dengan matang, mengingat waktu eksekusi yang sangat singkat serta target yang spesifik.
Yayasan Magnani Rocca sendiri merupakan salah satu institusi seni penting di kawasan tersebut. Didirikan pada 1977, yayasan ini menyimpan koleksi milik sejarawan seni Luigi Magnani dan berlokasi sekitar 20 kilometer dari Parma.
Koleksinya mencakup berbagai karya dari seniman ternama dunia, seperti Peter Paul Rubens, Anthony van Dyck, Francisco Goya, hingga Claude Monet.
Kasus ini pun memicu kekhawatiran baru terkait sistem keamanan museum, khususnya dalam melindungi karya seni bernilai tinggi dari aksi kriminal terorganisir. Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengungkap pelaku dan mengamankan kembali lukisan-lukisan tersebut.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal