Bandara di AS mulai menggunakan robot bertenaga AI sebagai pekerja bandara jelang terjadinya penumpukan penumpang di Piala Dunia FIFA 2026.
Bandara di Amerika Serikat mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Salah satunya dilakukan oleh Bandara Internasional San Jose Mineta (SJC) yang memperkenalkan staf barunya berupa robot humanoid bertenaga AI bernama Jose.
Melansir Daily Mail, Senin (6/4/2026), robot tersebut dirancang untuk menjalankan tugas secara mandiri di area bandara, khususnya dalam membantu operasional di gerbang keberangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Jose menjadi solusi atas tekanan perjalanan modern yang semakin tinggi, terutama di tengah kekurangan staf yang masih dialami sejumlah bandara di Amerika Serikat, yang kerap berdampak pada penundaan penerbangan.
Jose dikembangkan oleh perusahaan rintisan berbasis Silicon Valley, IntBot. Dalam tahap awal, robot ini akan ditempatkan di Terminal B, tepatnya di Gerbang 24, dekat zona Zoom, untuk menjalani masa uji coba selama empat bulan.
Selama periode tersebut, Jose akan menyapa pengunjung, menjawab berbagai pertanyaan, serta memberikan informasi penerbangan secara real time.
Menariknya, robot ini mampu berkomunikasi dalam lebih dari 50 bahasa, sehingga diharapkan dapat melayani penumpang dari berbagai negara dengan lebih efektif.
Jose juga dirancang mampu bergerak dan menavigasi area terminal yang ramai, sehingga dapat berinteraksi langsung dengan penumpang tanpa mengganggu arus lalu lintas di bandara.
Mookie Patel, Direktur Penerbangan SJC menyebut kehadiran robot ini menjadi bukti bahwa San Jose merupakan lokasi uji coba teknologi mutakhir yang berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan.
"Dengan menjalankan proyek percontohan IntBot, kami mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan dapat meningkatkan perjalanan penumpang sekaligus memperkuat peran SJC sebagai gerbang menuju Silicon Valley," ujarnya dikutip dari Daily Mail.
Inovasi ini juga dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang, termasuk menjelang perhelatan Piala Dunia FIFA.
Wali Kota San Jose, Matt Mahan, mengatakan bahwa Jose diharapkan dapat membantu mengatur arus pengunjung yang diprediksi meningkat signifikan selama ajang olahraga internasional tersebut berlangsung.
"Kami mengharapkan ribuan pengunjung dari seluruh dunia untuk Piala Dunia FIFA, dan berkat IntBot, mereka akan menerima petunjuk arah yang jelas, informasi terminal secara real-time, dan jawaban dalam lebih dari 50 bahasa," kata Matt Mahan.
Mengatasi Penumpukan Antrean Penumpang
Peluncuran Jose di Bandara Internasional SJC dinilai sebagai langkah tepat di tengah kondisi bandara Amerika Serikat yang sedang menghadapi krisis operasional.
Sejumlah bandara dilaporkan mengalami kekacauan akibat antrean panjang di pemeriksaan keamanan, yang dipicu oleh penutupan pemerintahan (government shutdown).
Situasi ini memberikan dampak pada berkurangnya jumlah staf Transportation Security Administration (TSA) akibat tidak dibayarkannya gaji selama penutupan pemerintahan.
Kondisi tersebut memicu gelombang besar aksi mogok kerja hingga pengunduran diri, yang berpotensi melumpuhkan sistem transportasi udara di AS.
Dampaknya, hingga 20 Maret, tercatat sedikitnya 133 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 4.000 penerbangan mengalami penundaan di seluruh negeri. Waktu tunggu di sejumlah bandara utama melonjak drastis, bahkan mencapai hingga 270 menit atau sekitar empat setengah jam.
Kondisi paling parah terjadi di Bandara Internasional George Bush, di mana waktu tunggu hampir menyentuh lima jam setelah sekitar 42 persen staf TSA melakukan aksi mogok kerja.
Situasi ini semakin rumit karena bertepatan dengan periode liburan musim semi, salah satu musim perjalanan tersibuk di AS. Selain itu, sejumlah agenda besar seperti turnamen golf Masters dan Piala Dunia FIFA juga diperkirakan akan meningkatkan lonjakan penumpang.
Dalam situasi ini, kehadiran teknologi seperti robot AI Jose diharapkan dapat menjadi solusi tambahan untuk membantu mengurai kepadatan penumpang dan meningkatkan efisiensi layanan di bandara.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons