Mau Pindah ke Luar Negeri? Ini 8 Tempat Paling Ramah Untuk Para Ekspat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mau Pindah ke Luar Negeri? Ini 8 Tempat Paling Ramah Untuk Para Ekspat

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Selasa, 07 Apr 2026 07:17 WIB
Ilustrasi Digital Nomad
Ilustrasi digital nomad. Foto: (iStock)
Jakarta -

Tinggal di luar negeri menjadi impian banyak orang, terutama bagi para ekspat yang ingin mencari pengalaman baru dalam jangka waktu tertentu. Selain memperluas wawasan, kesempatan ini juga membuka peluang karier hingga gaya hidup yang berbeda dari negara asal.

Namun, sebelum memutuskan untuk pindah, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari biaya hidup, kemudahan visa, hingga kualitas infrastruktur menjadi faktor penting dalam menentukan negara tujuan yang tepat.

Di tengah dunia yang semakin terhubung dan berkembang pesat, kini semakin banyak destinasi yang dinilai ideal untuk para ekspat. Beberapa negara bahkan menawarkan kemudahan khusus bagi pekerja jarak jauh atau digital nomad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Travel+Leisure, Selasa (7/4/2026), berikut delapan negara yang ideal jadi tempat tinggal untuk kaula muda yang ingin mencari pengalaman.

ADVERTISEMENT

8 Tempat yang Ideal untuk Para Ekspatriat

1. Chiang Mai, Thailand

Thailand menjadi ini semakin populer terutama di kalangan pekerja jarak jauh dan wisatawan muda, apalagi sejak diluncurkannya Visa Destinasi Thailand (DTV) pada 2024.

Program visa ini membuat Thailand makin menarik karena memberikan kemudahan bagi digital nomad untuk tinggal lebih lama. DTV berlaku lima tahun dan bisa digunakan berkali-kali.

Chiang Mai jadi salah satunya. Di sini, biaya hidup tergolong murah. Banyak orang bisa menyewa tempat tinggal dengan harga sekitar $500 (sekitar Rp 8,5 juta) per bulan. Selain itu, makanan di sana terkenal enak dan terjangkau.

Tak hanya itu, komunitas ekspatriat di kota ini juga cukup besar, sehingga memudahkan untuk beradaptasi dan bersosialisasi. Akses transportasi pun relatif mudah dan murah, baik untuk perjalanan dalam negeri maupun ke negara lain di Asia Tenggara.

2. Toronto, Kanada

Kanada menjadi negara yang ramah bagi para ekspatriat, terutama kota seperti Toronto dan Vancouver. Selain peluang kerja, kualitas hidup di sana juga tinggi, didukung fasilitas seperti layanan kesehatan, infrastruktur, hingga akses ke alam.

Meski begitu, biaya hidup dan harga sewa di sini tergolong tinggi. Toronto dinilai menjadi pilihan yang lebih realistis dibanding Vancouver karena relatif lebih terjangkau.

Namun secara keseluruhan, keseimbangan antara peluang karier dan kualitas hidup membuat Toronto tetap menjadi salah satu tempat terbaik untuk ditinggali, khususnya bagi generasi muda yang ingin berkembang.

3. Dublin, Irlandia

Dublin dinilai sebagai salah satu kota menarik untuk ditinggali karena menawarkan keseimbangan antara peluang kerja dan kualitas hidup. Biaya hidupnya relatif sepadan dengan gaji yang ditawarkan, meski tetap perlu diperhitungkan, terutama untuk sewa tempat tinggal. Fasilitas transportasi umum dan layanan kesehatan juga dinilai sangat baik.

Kota ini juga dikenal memiliki daya tarik budaya dan sejarah yang kuat, ditambah kehidupan sosial yang aktif. Dari sisi karier, Dublin berkembang sebagai pusat teknologi global, sehingga membuka banyak peluang kerja, khususnya di bidang digital dan teknologi.

4. Da Nang, Vietnam

Vietnam semakin populer sebagai destinasi alternatif bagi ekspat, bahkan disebut sebagai "runner-up" setelah Chiang Mai. Negara ini menawarkan biaya hidup yang sama terjangkaunya, ditambah pantai-pantai indah dan populasi muda yang semakin fasih berbahasa Inggris.

Vietnam juga menarik bagi para pekerja di bidang teknologi karena ketersediaan talenta lokal yang cukup banyak. Lokasinya yang strategis di Asia Tenggara memudahkan akses ke negara-negara lain seperti Laos, Kamboja, dan Thailand. Salah satu kota yang paling diminati adalah Da Nang, dengan biaya hidup sekitar $423 (sekitar Rp 7,2 juta) per bulan.

5. Bangkok, Thailand

Bangkok disebut sebagai salah satu kota terbaik bagi kaum muda, terutama yang bekerja secara remote. Biaya hidup di kota ini tergolong sangat rendah, sehingga tetap bisa menikmati kualitas hidup tinggi meski tanpa penghasilan besar.

Bangkok dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia untuk Generasi Z. Negara ini dinilai cocok bagi pengusaha maupun freelancer karena memungkinkan untuk berkembang tanpa harus mengorbankan gaya hidup. Biaya sewa dan kebutuhan sehari-hari bahkan jauh lebih murah dibandingkan banyak kota di Eropa.

6. Bansko, Bulgaria

Bansko menjadi salah satu destinasi menarik bagi ekspat dan digital nomad. Kota ini dikenal sebagai tempat ski di musim dingin dan lokasi pendakian saat musim panas, sehingga menawarkan aktivitas sepanjang tahun.

Bansko memiliki komunitas ekspatriat yang terus berkembang dan rutin menggelar Bansko Nomad Fest, sebuah festival tahunan yang merayakan gaya hidup kerja jarak jauh. Selain itu, tersedia banyak ruang kerja bersama dan komunitas sosial yang aktif, sehingga memudahkan adaptasi bagi pendatang baru.

Biaya hidup di Bansko sangat terjangkau, harga sewa apartemen berkisar antara 300 hingga 600 euro (Sekitar Rp 5,8-Rp 11,7 juta) per bulan.

7. Montevideo, Uruguay

Uruguay dikenal sebagai salah satu negara paling aman dan liberal di Amerika Selatan, biaya hidup di Montevideo, diperkirakan kurang dari $1.000 (Rp 17 juta) per bulan, masih tergolong cukup terjangkau. Beberapa kawasan populer di kalangan ekspatriat antara lain Ciudad Vieja, Centro, Pocitos, dan Carrasco.

Selain itu, Uruguay juga menawarkan akses ke berbagai destinasi menarik. Pantai di sekitar Punta del Este menjadi tempat favorit untuk bersantai, sementara perjalanan ke Argentina bisa dilakukan dengan mudah melalui feri dari Colonia del Sacramento.

8. Lisbon, Portugal

Lisbon menjadi salah satu destinasi favorit bagi berbagai kalangan, mulai dari investor hingga ekspatriat muda. Kota ini memiliki komunitas ekspatriat yang besar, ritme hidup yang santai dan kualitas hidup yang baik jadi daya tarik utama.

Dari sisi biaya, Lisbon masih tergolong terjangkau dibandingkan kota-kota besar lain di Eropa. Bagi digital nomad dengan penghasilan tetap, kota ini bahkan dianggap sebagai salah satu tempat terbaik untuk tinggal dan bekerja dari luar negeri.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Semuanya Serba Mahal di Gaza"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads