Malapetaka di Pegunungan India, Ratusan Wisatawan Terjebak Longsor

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Malapetaka di Pegunungan India, Ratusan Wisatawan Terjebak Longsor

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 07 Apr 2026 17:12 WIB
Longsor di Sikkim, India akibatkan infrastruktur rusak dan ribuan turis dievakuasi
Ilustrasi evakuasi wisatawan di Sikkim, India. (Tangkapan layar)
Jakarta -

Ratusan wisatawan terjebak di Lachen, Sikkim Utara, India. Jalan utama yang menghubungkan Lachen dan Chungthang terputus akibat longsor.

Selain itu, jalan di dekat jembatan Tarum Chu rusak. Di saat bersamaan, cuaca terus memburuk.

Kini, kawasan itu terisolasi. Diperkirakan sekitar 800 hingga 1.500 wisatawan terdampak situasi tersebut. Seluruh pergerakan di rute tersebut untuk sementara dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami datang ke sini untuk menikmati salju dan pemandangan, tetapi sekarang kami hanya menunggu," kata seorang turis dikutip seperti dikutip dari Mathrubhumi, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

Wisatawan lain menggambarkan kondisi serupa. "Saat ini tidak ada jalan masuk atau keluar," kata dia.

Ia menyebut suhu yang terus menurun dan keterbatasan konektivitas membuat situasi semakin sulit. Sekarang, sejumlah hotel di Lachen kini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara.

Wisatawan diminta tetap berada di dalam ruangan dan menghindari aktivitas yang tidak perlu karena kondisi dinilai belum aman. Meski demikian, sebagian wisatawan memastikan kondisi mereka masih terkendali.

"Kami aman, tetapi kami tidak tahu kapan kami bisa pergi," kata seorang wisatawan.

Otoritas setempat bersama Angkatan Darat, Kepolisian Perbatasan Indo-Tibet (ITBP), dan Organisasi Jalan Perbatasan (BRO) saat ini tengah berupaya memulihkan akses dan menyiapkan proses evakuasi.

"Evakuasi diperkirakan akan dilakukan setelah cuaca membaik," kata pejabat setempat. Mereka menambahkan bahwa operasi masih berlangsung dengan siaga penuh.

Rencana evakuasi akan melalui jalur Dongkya La Pass di ketinggian lebih dari 17.000 kaki atau kira-kira 5.181 meter. Namun, jalur tersebut masih dalam proses pembersihan salju sehingga belum bisa digunakan dalam waktu dekat.

Sementara menunggu evakuasi, wisatawan mengandalkan bantuan dari warga lokal, pengelola hotel, dan pemandu wisata untuk kebutuhan logistik dan informasi.

"Ini bukan yang kami rencanakan, tetapi orang-orang di sini membantu," ujar wisatawan.

Sikkim Utara dikenal sebagai destinasi dengan lanskap pegunungan yang indah, namun juga rawan gangguan akibat cuaca ekstrem, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Hingga kini, wisatawan masih menunggu kepastian waktu evakuasi sambil bertahan di tengah keterisolasian.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads