Menelisik Jejak Makam Habib Kuncung di Selatan Jakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menelisik Jejak Makam Habib Kuncung di Selatan Jakarta

Hans Wilhem - detikTravel
Rabu, 08 Apr 2026 07:23 WIB
Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan.
Makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan Masjid Jami At-Taubah (Hans Wilhem/detikcom)
Jakarta -

Di kawasan Jakarta Selatan, terdapat sebuah makam sederhana yang tak pernah sepi dari peziarah, Makam Habib Kuncung di Kalibata. Sosok ulama karismatik bernama asli Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad ini meninggalkan jejak spiritual kuat yang terus hidup dalam tradisi ziarah hingga kini.

Makam itu berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, berdampingan dengan Masjid Jami At-Taubah di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati.

Makam keramat itu makam Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad yang juga dikenal dengan Habib Kuncung. Bagi traveler yang menggemari wisata sejarah dan religi, kompleks makam ini menawarkan pengalaman spiritual sekaligus wawasan sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan kunjungan detikTravel Rabu (1/4/2026), gerbang masuk kawasan ini berwarna hijau pekat dan memiliki plang bertuliskan "Kramat Habib Ahmad Bin Alwi Alhaddad (Habib Kuncung)" serta "Maqom Keluarga Habib Abdullah Bin Ja'far Alhaddad".

Memasuki area di dalamnya, peziarah akan disambut dengan bangunan makam megah bernuansa hijau yang dilengkapi kaligrafi Arab, serta bangunan Masjid Jami At-Taubah yang didominasi warna putih.

ADVERTISEMENT
Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan.Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan. (Hans Wilhem/detikcom)

Pemandu wisata walking tour dari Step Into Jakarta, Endang Teguh Pramono atau yang akrab disapa Pampam, menceritakan keunikan di balik nama Habib Kuncung.

"Kenapa Kuncung? Karena dia suka pakai (topi) kuncung, topi Bugis Makassar," ujar Pampam saat memandu.

Pemberian nama itu berawal dari hadiah sebuah peci berbentuk kerucut dari seorang Raja Bugis. Peci tersebut diberikan sebagai tanda terima kasih karena sang Habib berhasil menyembuhkan putri mahkota raja tersebut dari penyakit.

Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan.Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan. (Hans Wilhem/detikcom)

Tak hanya pecinya yang unik. Semasa hidup, Habib Kuncung dipercaya memiliki karomah atau keistimewaan yang luar biasa. Menurut penuturan Pampam, salah satu karomah beliau adalah kemampuannya berada di dua tempat sekaligus atau semacam duplikasi.

"Jadi ada yang bilang, 'Gue lihat kemarin ke masjid itu sebelah sana,' 'Kok nggak, sebelah sono!'. Kayak cloning gitu, karomah beliau," kata Pampam.

Kisah menakjubkan tak berhenti sampai di situ, bahkan berlanjut saat beliau wafat sekitar tahun 1926. Dilansir CNN, saat jenazah Habib Kuncung hendak dikebumikan dan telah selesai disalatkan di Masjid Jami At-Taubah, sebuah peristiwa aneh terjadi. Jenazahnya sama sekali tidak bisa diangkat dari tempatnya, padahal liang lahat sudah dipersiapkan sebelumnya.

Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan.Makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan. (Hans Wilhem/detikcom)

Usut punya usut, teka-teki tersebut baru terpecahkan setelah saudara dari Habib Abdullah bin Ja'far Al-Haddad, yaitu Habib Thoha bin Ja'far, melakukan salat untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT. Melalui petunjuk tersebut, diketahui bahwa ruh Habib Kuncung memberikan pesan bahwa beliau ingin dimakamkan di dekat Habib Abdullah bin Ja'far, sesuai dengan janji yang pernah terucap.

"Akhirnya digalilah di sini pas di kepalanya Habib Abdullah bin Ja'far Al Haddad. Pas digali selesai, akhirnya pas diangkat bisa. Akhirnya beliau masuk ke situ. Itu asal muasal jenazah tidak bisa diangkat karena semacam ada ikatan dari omongan Habib Abdullah bin Ja'far Al Haddad sama Habib Kuncung," kata pengurus makam Habib Kuncung, Muhammad Bagus Hidayatullah kepada CNNIndonesia.com.

Masjid Jami At-Taubah berdampingan dengan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung, di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan.Makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih tersohor dengan panggilan Habib Kuncung di Jalan Rawajati Timur II, No. 70, RT.003, RW. 08, Rawajati, Jakarta Selatan berdampingan dengan Masjid Jami At-Taubah. (Hans Wilhem/detikcom)

Kompleks makam keramat yang hijau ini berdampingan langsung dengan bangunan Masjid Jami At-Taubah. Berdasarkan keterangan pada plang di depan area tersebut, bahwa area makam dan masjid ini berdiri di atas tanah wakaf yang diberikan oleh seseorang bernama Wan Abdullah. Area wakaf bersejarah ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mendirikan masjid, melainkan juga dimanfaatkan untuk sekolah SD Al-Khairiyah 2.

Jadi, buat traveler yang sedang mengeksplorasi wilayah Jakarta Selatan, kawasan Makam Habib Kuncung dan Masjid Jami At-Taubah ini bisa menjadi rekomendasi destinasi walking tour religi yang kaya akan pelajaran sejarah dan kisah-kisah spiritual Nusantara!




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads