Rencana revitalisasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka terus dikaji. Aspirasi dari daerah-daerah terus diserap.
Langkah revitalisasi Kertajati dinilai penting untuk mengoptimalkan fungsi bandara yang hingga kini belum berjalan optimal.
Deputi Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Yayat Ruyat mengatakan dukungan terhadap revitalisasi Kertajati datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya kami menangkap bahwa pemerintah pusat memberikan dukungan yang sangat kuat terhadap (BIJB), kami berikan juga revitalisasi Bandara Kertajati," kata Yayat, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, DPN saat ini masih berada pada tahap menyerap informasi dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda hingga pihak terkait lainnya.
"Kami menyerap informasi dan aspirasi untuk analisa lebih lanjut, dan kami sampaikan rekomendasi kepada pimpinan, dalam hal ini Ketua Harian Menteri Pertahanan dan Ketua DPN dari Bapak Presiden," ujarnya.
Menurut Yayat, konsep revitalisasi Kertajati masih dalam tahap kajian dan membuka berbagai opsi pengembangan. Termasuk kemungkinan penguatan fungsi bandara, baik dari sisi sipil maupun opsi strategis lainnya.
"Itu bagian dari opsi yang perlu kami pelajari. Semua masukan sudah kami terima, baik dari BIJB, kementerian, Pemprov Jawa Barat, maupun pemerintah daerah dan masyarakat," ungkapnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Yayat menegaskan revitalisasi diharapkan bisa segera direalisasikan. Hal ini juga menjadi tindak lanjut dari kunjungan sejumlah pejabat pusat sebelumnya.
"Saya kira ke depan lebih cepat lebih baik," katanya.
Sementara itu, soal anggaran revitalisasi, ia menyebut masih dalam pembahasan di tingkat pusat. Namun demikian, koordinasi antarinstansi dinilai menjadi kunci percepatan pengembangan.
"Itu bagian dari pembahasan di Jakarta, tapi saya kira tanpa anggaran pun, dengan koordinasi bisa berjalan," ucapnya.
Adapun skema revitalisasi yang diusulkan masih beragam dan akan dipelajari lebih lanjut sebelum menjadi rekomendasi resmi DPN kepada pemerintah pusat.
"Tadi opsi sudah ada, tapi saya kira yang paling terdekat dimungkinkan adalah bagaimana memberikan alokasi penerbangan yang ada di Bandara Cengkareng, Soekarno-Hatta yang sudah overload, untuk bisa sebagian dialihkan atau diberikan opsi penerbangan di sini. Itu yang saya kira paling banyak masukan yang diterima oleh kami seperti itu. Tapi Itu bagian dari yang kami akan pelajari lebih lanjut," pungkasnya.
Di sisi lain, Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut baik rencana revitalisasi tersebut. Ia berharap, upaya yang tengah dilakukan dapat membuat operasional Kertajati semakin maksimal.
"Bagi saya, pemerintah Majalengka, semua ikhtiar yang hari ini digagas oleh DPN semoga terwujud agar BIJB bisa operasional dan juga bisa maksimal. Sehingga angan-angan dan cita-cita masyarakat Majalengka melihat pesawat beterbangan bisa terwujud," ujar Eman.
Ia juga menilai, optimalisasi Kertajati akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk menarik minat investor.
"Bagaimana ini bisa mengungkit ekonomi Majalengka, kita tahu investor sekarang sudah begitu banyak tertarik (berinvestasi di Majalengka)," katanya.
Terkait rekomendasi yang akan diambil, Eman menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. "Nanti dibahas di pusat, kita hanya menunggu saja," pungkasnya.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons