Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, industri ekonomi kreatif, UMKM dan waralaba bisa menjadi jalan baru untuk mendongkrak perekonomian.
Dinamika geopolitik, kenaikan biaya hidup, serta tekanan daya beli membuat semakin banyak masyarakat mulai menyadari jika mengandalkan satu sumber penghasilan saja tidak lagi cukup.
Kondisi ini mendorong para pekerja untuk mulai mencari peluang usaha baru sebagai alternatif pendapatan tambahan dan bentuk antisipasi terhadap ketidakpastian di masa depan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dengan sistem waralaba bisa menjadi solusi di tengah situasi yang tidak kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah kondisi global yang tidak pasti, banyak perusahaan mulai menahan ekspansi dan mencari cara untuk membagi risiko. Dalam situasi ini, model franchise menjadi semakin relevan, karena memungkinkan bisnis tetap berkembang tanpa menanggung seluruh beban investasi dan operasional. Ini yang membuat franchise menjadi salah satu pendekatan yang lebih adaptif dalam menghadapi kondisi saat ini," ujar Evi Diah Puspitawati dari Franchise Academy Indonesia.
Anak muda pun didorong untuk terjun dan menekuni industri ini. Dibutuhkan penguatan kewirausahaan di kalangan generasi muda supaya mereka mau terjun langsung dalam mengembangkan produk-produk industri kreatif.
"Kewirausahaan bagi generasi muda harus terus didorong untuk memperkuat perekonomian nasional," ucap Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Moraza seperti dikutip dari Antara, Rabu (8/4/2026).
Namun agar tidak hilang arah, rasanya anak-anak muda harus hadir di FLEI Business Show 2026 pada 7-10 Mei 2026 yang digelar bersamaan dengan CafΓ© Brasserie Expo dan Morefood Expo. Acara tersebut menjadi wadah yang mempertemukan peluang usaha dengan masyarakat yang ingin memulai bisnis.
Selama empat hari pameran, pengunjung dapat menjelajahi lebih dari 400 brand dari berbagai industri. Digelarnya tiga pameran sekaligus tentu membuka lebih banyak peluang untuk inspirasi, koneksi, dan juga transaksi bisnis, bagi para pengunjung maupun pelaku usaha.
Pameran FLEI 2026 Foto: (dok. Istimewa) |
Acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran ini juga dilengkapi dengan program business conference, sesi inspiratif dari pelaku industri, konsultasi bisnis gratis, serta business matching yang membantu pengunjung memahami dan memilih peluang usaha yang paling sesuai.
"Yang kami lihat, banyak masyarakat memiliki keinginan untuk memulai usaha, tapi masih mencari model bisnis yang tepat. Kami hadir sebagai tempat di mana mereka bisa bertemu langsung dengan brand, melihat sistemnya, dan memahami bagaimana bisnis tersebut bisa dijalankan secara nyata," ujar Rulief Harjianto, Project Manager FLEI Business Show 2026.
Penguatan kewirausahaan di kalangan anak muda diyakini mampu mendorong peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dari sekitar 5.083,4 dolar AS pada 2025 menjadi 7.400-8.240 dolar AS pada 2029, hingga mencapai 23.000-30.300 dolar AS pada 2045.
Pembangunan kewirausahaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Ekosistem yang kuat dapat terwujud melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan generasi muda sebagai aktor utama.
"Pengembangan kewirausahaan generasi muda perlu didukung tidak hanya dari sisi semangat, tetapi juga melalui penguatan ekosistem yang inklusif, produktif, dan berdaya saing," imbuh Wamen UMKM.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal