Pemerintah Kota Bangkok memastikan perayaan Songkran tahun ini akan berlangsung dengan aturan ketat. Salah satunya bebas alkohol dari pagi hingga malam.
Seluruh kegiatan bermain air ditetapkan bebas alkohol dan dibatasi hingga pukul 22.00 waktu setempat. Wakil Gubernur Bangkok, Tavida Kamolvej, menegaskan bahwa keamanan menjadi fokus utama selama festival berlangsung.
"Semua basis data operasional dapat diakses sepanjang waktu melalui pusat komando Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA)," ujarnya dilansir dari Bangkok Post, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Festival Songkran digelar pada 11-15 April mendatang. Di Bangkok, sedikitnya 88 lokasi disiapkan untuk perayaan, termasuk area khusus bermain air yang telah ditentukan sebagai zona bebas alkohol.
Sejumlah titik utama yang menjadi pusat perayaan antara lain Lan Khon Mueang di Balai Kota Bangkok, Jalan Silom, Jalan Khao San, Siam Square, dan CentralWorld.
Pemerintah Bangkok juga menetapkan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi penyelenggara. Di antaranya larangan penggunaan meriam air berukuran besar, larangan menampilkan hal-hal tidak senonoh, serta larangan penggunaan kapur bubuk atau bedak tabur.
Selain itu, pembatasan waktu bermain air hingga pukul 22.00 juga diberlakukan sebagai bagian dari upaya penghematan air. Untuk mendukung pengawasan, BMA membagi wilayah Bangkok menjadi tiga zona.
Zona pertama merupakan lokasi resmi dengan penyelenggara dan sistem keamanan yang jelas. Zona kedua adalah area yang berpotensi terjadi kerumunan meski tidak masuk lokasi resmi, sementara zona ketiga merupakan area yang dilarang untuk perayaan seperti pintu masuk rumah sakit, kantor polisi, stasiun pemadam kebakaran, jembatan, jalan tol, dan persimpangan utama.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, mengingatkan kondisi cuaca selama festival diperkirakan cukup ekstrem. Ia menyebut indeks panas bisa mencapai 60 derajat Celsius, sehingga penyelenggara diminta menyiapkan unit darurat dan menyediakan air minum bagi pengunjung.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Bangkok, Pol Lt Gen Sayam Boonsom, memperkirakan jumlah warga yang merayakan Songkran di ibu kota akan meningkat tahun ini. Ia menyebut kenaikan biaya bahan bakar dan perjalanan membuat banyak orang memilih tidak pulang kampung.
"Diperkirakan lebih banyak orang akan tetap tinggal di Bangkok tahun ini," kata Boonsom.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kepolisian akan menambah personel guna menjaga keamanan selama perayaan berlangsung.
(upd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal