Ada 50 Ribu Koin di Kolam Oshino Hakkai, Tradisi yang Salah Kaprah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ada 50 Ribu Koin di Kolam Oshino Hakkai, Tradisi yang Salah Kaprah

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 09 Apr 2026 13:23 WIB
Kolam mata air Oshino Hakkai di Jepang
Kolam mata air Oshino Hakkai. (Wikimedia Commons/663highland)
Jakarta -

Kebiasaan wisatawan melempar koin ke kolam mata air di Oshino Hakkai, Jepang, menuai kekhawatiran terkait estetika dan juga pencemaran air.

Praktik yang diyakini membawa keberuntungan itu dinilai berdampak pada keindahan dan berpotensi mengganggu kualitas air di kawasan tersebut. Oshino Hakkai yang berada di Prefektur Yamanashi merupakan bagian dari Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO Gunung Fuji sejak 2013.

Sejak saat itu, jumlah wisatawan meningkat, diikuti munculnya kebiasaan melempar koin ke dalam kolam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari The Japan News, Kamis (9/4/2026) Pemerintah Desa Oshino mencatat hingga kini sekitar 50.000 koin telah ditemukan di dasar kolam. Keberadaan koin-koin tersebut mengganggu tampilan alami air yang selama ini dikenal sangat jernih.

ADVERTISEMENT

Pada 24 Maret, sejumlah turis mancanegara terlihat mengamati dan memotret tumpukan koin di dalam kolam. Salah satu wisatawan asal Amerika Serikat berusia 44 tahun mengaku terkejut saat melihat kondisi tersebut.

Ia bahkan sempat mengira kolam itu buatan manusia. "Meskipun melempar koin ke air mancur atau kolam buatan adalah tradisi umum untuk membuat permintaan di Amerika Serikat, sangat disayangkan melihat praktik seperti itu di lingkungan alam," ujarnya.

Oshino Hakkai terdiri dari delapan kolam mata air yang berasal dari aliran bawah tanah Gunung Fuji. Saat cuaca cerah, kawasan tersebut menawarkan pemandangan Gunung Fuji dan menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut pemerintah desa, koin mulai banyak ditemukan setelah penetapan UNESCO. Banyaknya koin dari berbagai negara mengindikasikan wisatawan asing sebagai pelaku utama.

Dari delapan kolam, dampak paling terlihat di Kolam Wakuike. Kolam ini dikenal sangat jernih hingga dasar sedalam sekitar empat meter bisa terlihat, namun kini bagian dasarnya dipenuhi kilauan koin logam.

Sebagian koin juga mulai berkarat. Kondisi itulah yang menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kualitas air.

Pejabat desa menduga wisatawan meniru tradisi di Air Mancur Trevi di Roma yang identik dengan lempar koin untuk mengabulkan harapan. Tapi ia menegaskan bahwa Oshino Hakkai tidak memiliki tradisi tersebut.

Upaya pembersihan pernah dilakukan pada 2016 dengan melibatkan penyelam sukarelawan. Dalam lima kali operasi, lebih dari 18.000 koin berhasil diangkat dari Kolam Wakuike.

Selain itu, rambu larangan dalam beberapa bahasa juga telah dipasang. Meski demikian, praktik tersebut belum berhenti.

"Ini adalah siklus tanpa akhir, begitu kita menangkap mereka, lebih banyak lagi yang dilemparkan," kata seorang pejabat desa.

Kolam-kolam di Oshino Hakkai sendiri telah ditetapkan sebagai monumen alam nasional. Melempar koin ke dalamnya berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Warisan Budaya.

Karena sulit dihentikan, pemerintah desa berencana menyediakan kotak persembahan di sekitar kolam pada akhir tahun fiskal ini. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi wisatawan.

Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai dana kerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah desa juga membuka penggalangan dana melalui sistem donasi pajak furusato nozei.

Meski hasil uji air sejauh ini belum menunjukkan masalah, pemerintah desa menegaskan pentingnya menghentikan kebiasaan tersebut. Mereka berharap kesadaran wisatawan meningkat agar kejernihan air dan keindahan Oshino Hakkai tetap terjaga.




(upd/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads