Andai Kertajati Punya 2,5 Juta Penumpang, Maka Tak Perlu Lagi Minta Uang Negara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Andai Kertajati Punya 2,5 Juta Penumpang, Maka Tak Perlu Lagi Minta Uang Negara

Erick Disy Darmawan - detikTravel
Kamis, 09 Apr 2026 19:08 WIB
Bandara Kertajati Resmi Beroperasi Hari Minggu (29/10/2023)
Penumpang di Bandara Kertajati (Putu Intan/detikTravel)
Majalengka -

Andai Bandara Kertajati bisa didatangi 2,5 juta penumpang saja per tahun, maka pengelola bandara itu tidak perlu lagi meminta suntikan dana dari pemerintah.

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menargetkan jumlah penumpang di Bandara Kertajati tembus 2,5 juta hingga 4 juta orang per tahun. Target itu diyakini bisa mendorong kemandirian operasional bandara tanpa bergantung lagi pada anggaran negara.

"Kalau saya sudah dapat 2,5 juta sampai 4 juta penumpang, saya tidak perlu lagi minta uang dari negara. Operasional bisa jalan, bahkan bisa cicil kewajiban," kata Direktur Utama PT BIJB Ronald H Sinaga, Rabu (8/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencapai target tersebut, BIJB mengandalkan sejumlah strategi, salah satunya penerapan konsep multi airport system. Skema ini memungkinkan pembagian trafik penerbangan dari bandara besar ke Kertajati.

ADVERTISEMENT

Dalam konsep itu, sebagian slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dapat dialihkan ke Kertajati, khususnya untuk rute-rute dengan frekuensi tinggi.

"Misalnya dalam satu rute ada 10 penerbangan sehari, kenapa tidak 1-2 dialihkan ke Kertajati. Itu yang kita dorong," ujarnya.

Ronald menyebut sebelum pandemi COVID-19, Kertajati sempat melayani hingga 14 penerbangan. Ia optimistis jumlah tersebut bisa kembali tercapai bahkan meningkat seiring adanya dukungan kebijakan dari pemerintah.

"Waktu sebelum COVID kita kan sempat ada 14 penerbangan dari kita. Target saya sih 2,5 juta sampe 4 juta penumpang per tahun lah," ucapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, BIJB berharap Bandara Kertajati dapat segera beroperasi optimal dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan transportasi udara di Jawa Barat.

"Sekarang tinggal pelaksanaannya. Harapan kita semua ini bisa segera berjalan," pungkasnya.


---------

Artikel ini telah naik di detikJabar.




(wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads