Andai Bandara Kertajati bisa didatangi 2,5 juta penumpang saja per tahun, maka pengelola bandara itu tidak perlu lagi meminta suntikan dana dari pemerintah.
PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menargetkan jumlah penumpang di Bandara Kertajati tembus 2,5 juta hingga 4 juta orang per tahun. Target itu diyakini bisa mendorong kemandirian operasional bandara tanpa bergantung lagi pada anggaran negara.
"Kalau saya sudah dapat 2,5 juta sampai 4 juta penumpang, saya tidak perlu lagi minta uang dari negara. Operasional bisa jalan, bahkan bisa cicil kewajiban," kata Direktur Utama PT BIJB Ronald H Sinaga, Rabu (8/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai target tersebut, BIJB mengandalkan sejumlah strategi, salah satunya penerapan konsep multi airport system. Skema ini memungkinkan pembagian trafik penerbangan dari bandara besar ke Kertajati.
Dalam konsep itu, sebagian slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dapat dialihkan ke Kertajati, khususnya untuk rute-rute dengan frekuensi tinggi.
"Misalnya dalam satu rute ada 10 penerbangan sehari, kenapa tidak 1-2 dialihkan ke Kertajati. Itu yang kita dorong," ujarnya.
Ronald menyebut sebelum pandemi COVID-19, Kertajati sempat melayani hingga 14 penerbangan. Ia optimistis jumlah tersebut bisa kembali tercapai bahkan meningkat seiring adanya dukungan kebijakan dari pemerintah.
Baca juga: Dilema Penetapan Tarif Tiket Pesawat |
"Waktu sebelum COVID kita kan sempat ada 14 penerbangan dari kita. Target saya sih 2,5 juta sampe 4 juta penumpang per tahun lah," ucapnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, BIJB berharap Bandara Kertajati dapat segera beroperasi optimal dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan transportasi udara di Jawa Barat.
"Sekarang tinggal pelaksanaannya. Harapan kita semua ini bisa segera berjalan," pungkasnya.
---------
Artikel ini telah naik di detikJabar.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons