Seorang turis membuat keonaran di Bandara Changi. Awalnya ia kehilangan paspor, lalu mengaku ke seorang petugas.
Fan Guangyao (18), seorang turis asal China tiba di Bandara Changi pada tanggal 11 Februari 2026. Sekitar pukul 23.30 waktu setempat, ia melapor kehilangan paspor dan dompetnya di bandara, kata polisi dalam siaran pers dikutip dari Stomp.SG pada Kamis (9/4/2026).
Ketika disarankan oleh petugas untuk menghubungi Kedutaan Besar China untuk penggantian paspor, Fan mulai berteriak kepada petugas dan menggerak-gerakkan tangannya dengan gelisah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang petugas mencoba meredakan situasi dengan meletakkan tangannya di bahu Fan dan meminta remaja itu untuk tenang. Fan membanting tangan petugas itu ke meja dan terus berteriak kepada petugas.
Ketika petugas tersebut kembali berusaha menenangkannya dengan menepuk bahunya, Fan menepis tangan petugas dan terus berteriak.
Petugas tersebut kembali berusaha menenangkan Fan dengan meletakkan tangannya di bahu Fan. Namun, pemuda itu tetap tidak kooperatif dan menepis tangan petugas.
Ketika petugas berusaha menahan Fan, ia menjadi agresif dan mencakar tangan seorang petugas, menyebabkan beberapa luka goresan dangkal.
Fan kemudian ditangkap oleh polisi Singapura.
Polisi mengatakan mereka memandang serius segala bentuk perilaku agresif terhadap petugas publik yang sedang menjalankan tugas mereka dalam menegakkan hukum dan menjaga keselamatan publik.
"Kami tidak akan mentolerir perilaku seperti itu, dan pelaku akan ditindak tegas sesuai dengan hukum," tambah polisi.
Para pelancong di bandara Changi pun terus diingatkan untuk bekerja sama dan mematuhi instruksi dari petugas dan staf bandara.
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons