Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan kuota maksimal 365 ribu kunjungan per tahun atau rata-rata 1.000 orang per hari. Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, menegaskan kuota itu tidak termasuk turis dari kapal pesiar (cruise).
Pria yang disapa Hengki itu mengatakan kebijakan itu bertujuan agar kuota reguler 1.000 orang per hari tidak terpakai oleh tamu kapal pesiar yang berkunjung ke TN Komodo. Jumlah tamu dalam satu kapal pesiar bisa lebih dari 1.000 orang.
Ada puluhan cruise yang masuk TN Komodo setiap tahun dengan jumlah wisatawan mencapai puluhan ribu orang. Tamu cruise pada 2024 sebanyak 30.276 orang dan 2025 melonjak hingga 48.945 orang. Satu kapal pesiar ada yang membawa lebih dari 1000 orang, bahkan ada yang mencapai 2.300 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang 1.000 ini hanya untuk reguler, kuota reguler. Cruise itu tidak masuk dalam kuota itu," kata Hengki di Labuan Bajo, Kamis (9/4/2026), dilansir detikBali.
Hengki menegaskan kuota kunjungan ke TN Komodo tak berlaku bagi wisatawan kapal pesiar karena perlakuan istimewa yang berasal dari berbagai negara tersebut. Dia mengatakan kelonggaran itu agar jatah kuota reguler tidak habis oleh tamu kapal pesiar.
"Ini bukan privilege kepada cruise. Itu dalam rangka menjamin supaya jatah kuota dasar (1.000 per hari) ini jangan sampai diambil cruise semua, justru itu berbahaya kalau itu diambil semua. Cruise datang bawa 1.000 tamu, selesai sudah kuota," kata Hengki.
Hengki menjelaskan pengelolaan manajemen kunjungan tamu cruise ke TN Komodo sangat ketat. Dampaknya sangat minimalis dan fokusnya satu lokasi. Cruise hanya mendatangi satu lokasi di TN Komodo. Sementara wisatawan non-cruise yang diberlakukan kuota 1.000 orang per hari itu bergerak dari satu spot ke spot lain di TN Komodo.
"Kalau ini dia bergerak dari satu spot ke spot yang lain, bisa lebih dari enam bahkan" ujar Hengki.
"Jadi total kuota per tahun itu adalah kuota reguler, artinya untuk wisatawan yang bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, selalu mobile. Sementara Cruise tidak termasuk dalam hitungan reguler itu sehingga kuota 1.000 per hari rata-rata itu tidak termasuk cruise," kata Hengki.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026