Bandara-bandara di China sibuk berat belakangan ini. Penumpukan ribuan traveler terjadi karena penerbangan terlambat atau bahkan dibatalkan.
Dikutip dari Tour and Travel World, Jumat (10/4/2026), peristiwa itu terjadi bandara-bandara besar, seperti Shanghai, Beijing, hingga Xi'an. Layar-layar jadwal penerbangan dipenuhi status "delayed" dan "cancelled". Para penumpang pun sibuk mencari kepastian.
Dalam satu hari, setidaknya 87 penerbangan dibatalkan dan sekitar 100 lainnya tertunda, melibatkan maskapai besar. China Eastern, Air China, China Southern Airlines, dan XiamenAir masuk ke dalam pusaran krisis operasional itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China Eastern menjadi salah satu maskapai yang paling terdampak dalam gangguan operasional penerbangan di China itu. Pada awal April, maskapai tersebut mencatat ratusan keterlambatan yang turut berkontribusi pada total 449 penundaan bersama mitra regionalnya.
Air China dan China Southern Airlines juga mengalami pembatalan serta keterlambatan beruntun akibat efek domino operasional, terutama pada rute domestik padat dan penerbangan lanjutan internasional.
XiamenAir juga turut terseret dalam gelombang gangguan itu. Sejumlah penerbangan mengalami penyesuaian jadwal meski angka spesifiknya lebih terbatas dibanding maskapai besar lainnya.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, penumpang bahkan harus menunggu 6-12 jam hanya untuk mendapatkan penerbangan pengganti.
Gangguan penerbangan di sejumlah bandara besar China dipicu oleh kepadatan lalu lintas udara yang tinggi, diperburuk oleh efek domino operasional maskapai serta kondisi cuaca di beberapa wilayah.
Situasi di Bandara Internasional Pudong Shanghai tak kalah kacau. Di bandara itu tercatat 17 pembatalan dan 31 penundaan penerbangan. Adapun, Bandara Internasioanl Xi'an Xianyang melakukan 17 pembatalan dan 23 penundaan dalam satu hari.
Di Bandara Internasional Daxing Beijing telah melakukan 14 pembatalan dan 7 penundaan penerbangan ke rute utara China. Kemudian di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun melakukan 9 pembatalan dan 18 penundaan penerbangan yang membuat antrean panjang untuk rute transit
Dua bandara terakhir yang melaporkan kekacauan adalah Bandara Internasional Chengdu Tianfu dan Bandara Heifei Xingqiao, dengan masing-masing 8 pembatalan dan 13 penundaan serta 6 pembatalan dan 2 penundaan penerbangan.
Laporan pembatalan dan keterlambatan penerbangan itu terjadi di tengah penutupan wilayah udara China selama 40 hari, berlaku mulai 27 Maret hingga 6 Mei. Sudah begitu, mencakup area yang sangat luas, sekitar 340 mil di lima zona berbeda.
Namun, kebijakan tersebut tidak menutup jalur penerbangan sipil secara penuh. Zona larangan terbang itu memang membatasi aktivitas udara di wilayah terkait, sementara pesawat komersial masih dapat melintas dengan koordinasi otoritas lalu lintas udara dan pengawasan ketat.
(bnl/fem)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong