Kelakuan seorang penumpang Whoosh yang mengganjal pintu menjadi viral karena membuat perjalanan kereta cepat itu terlambat.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat penumpang itu berupaya menahan pintu Whoosh. Tampak juga seorang petugas keamanan memberikan barang yang tersimpan di peron dan memberikannya kepada penumpang tersebut.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Padalarang pada Selasa (7/4). KCIC mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eva mengatakan penumpang itu menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron. Tindakan tersebut menyebabkan sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta terganggu.
Eva mengatakan ulah penumpang itu memicu keterlambatan perjalanan Whoosh. Jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB alias terlambant 2 menit.
"Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan," kata Eva dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Eva mengatakan setiap rangkaian Whoosh dilengkapi sistem pintu otomatis. Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan jangka panjang.
KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh sebelum pintu ditutup. Seluruh penumpang, kata Eva, wajib memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaannya sebelum memasuki kereta.
Eva menambahkan penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta jika ada barang tertinggal melalui sistem Lost and Found milik KCIC. Eva menyebut penumpang yang menahan pintu itu telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut.
"KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh," tuturnya.
--------
Artikel telah tayang di detikNews.
(wnv/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong