Festival Lebaran Betawi masih berlangsung hari ini dan sayang untuk dilewatkan. Warga dan wisatawan masih bisa menikmati berbagai atraksi budaya khas Betawi dalam satu lokasi.
Tahun ini, Lebaran Betawi kembali digelar. Agenda itu digeber selama tiga hari, sejak Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4).
Diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, banyak pengunjung yang merasa lokasi wisata budaya tahun ini jauh lebih ramah, nyaman, dan sejuk dibandingkan saat diselenggarakan di Monas pada tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Lebaran Betawi bukan sekadar ajang pelestarian budaya, tetapi juga destinasi wisata akhir pekan pilihan untuk melepas penat. Hal ini diungkapkan oleh Adi Priyanto (48), salah satu pengunjung yang datang untuk menghabiskan waktu libur bersama anaknya.
Ribuan warga memadati Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi pada 10β12 April 2026 di Lapangan Banteng sebagai ajang berkumpul masyarakat pasca-Idulfitri. (Gilang Faturahman/detikfoto) |
"Kalau libur kerja, bawa anak ke sini main-main lah biar nggak jenuh, kasihan anak di rumah terus. Ya refreshing. Kebetulan saya tiap hari kerja lewat sini jadi tahu ada acara, makanya saya ajak anak," ujar Adi kepada detikTravel di Lapangan Banteng, Sabtu (11/4/2026).
Pria keturunan Jawa yang mempunyai istri orang Betawi itu mengaku rutin menghadiri pameran budaya di Jakarta. Menurutnya, Lapangan Banteng adalah lokasi yang jauh lebih ideal untuk acara keluarga berskala besar seperti Lebaran Betawi.
"Wah, cocok (di Lapangan Banteng). Kalau Monas terlalu panas. Monas kan luas, jadi mau cari teduh tuh kayaknya agak jauh. Kalau di sini kan mau ngadem dekat sambil nunggu puncak acaranya. Parkir juga lebih gampang dan enak, sehari lima ribu, beda sama di IRTI Monas yang per jam," kata Adi.
Ribuan warga memadati Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi pada 10β12 April 2026 di Lapangan Banteng sebagai ajang berkumpul masyarakat pasca-Idulfitri. (Gilang Faturahman/detikfoto) |
Kenyamanan serupa juga dirasakan oleh pasangan suami istri, Agus Salam (65)dan Maliyah (60). Keduanya selalu antusias menyempatkan hadir ke acara Betawi demi menikmati ragam hiburan dan kuliner khas yang jarang ditemui di hari biasa.
"Semua tentang Betawi saya senang. Tanjidor, Lenong, itu semua saya menggemari. Betawi ada lucu-lucunya saya senang. Daripada di rumah jenuh, cucu banyak bikin pusing, mending ke sini refreshing," kata Agus yang memiliki darah campuran Jawa-Betawi.
Sang istri, Maliyah, juga menambahkan bahwa kuliner selalu menjadi daya tarik utama baginya.
"Makan-makanan Betawi kan jarang ya, kayak kerak telor. Kalau ada acara begini, saya pasti datang," dia menimpali.
Senada dengan pengunjung lainnya, Agus danMaliyah juga menyoroti rimbunnya Lapangan Banteng yang membuat suasana lebih sejuk. Menurut mereka, kini berwisata budaya di sini jauh lebih ramah untuk pengunjung segala usia.
"Di sini tempat istirahatnya lebih enak. Kalau Monas kan panas ya, susah tempat berteduh. Tahu sendiri kalau Lebaran Betawi cuacanya panas banget, kalau mau berteduh di Monas mesti keluar dulu, pas acara mulai jauh lagi jalannya," ujar Maliyah.
Agus memuji suasana Lebaran Betawi tahun ini yang terasa lebih ramai dan tertata. Ia menaruh harapan besar agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung pelestarian budaya lokal ke depannya.
"Sarannya buat Pemprov lebih bagus lagi dari sekarang. Sekarang segini sudah bagus, besok lebih bagus lagi acaranya. Budaya Betawi biar masih terus ada," kata Agus.
(fem/fem)














































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026