Setidaknya 30 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden desak-desakan di Citadelle Laferriere di wilayah Haiti Utara, Sabtu (11/4/2026). Peristiwa itu disinyalir terjadi saat sebuah acara kumpul-kumpul anak muda digelar di benteng bersejarah tersebut.
Melansir The Haitian Times, Senin (13/4) laporan kepolisian menunjukkan kronologi dengan mula-mula pengunjung berdatangan ke sana setelah acara bertajuk 'Citadel Vibe 3.0' dipromosikan luas di media sosial TikTok.
Salah satunya, influencer bernama Dope Fresh yang mengajak pengikutnya untuk datang ke lokasi. Dia kemudian melanjutkan kegiatan ke kawasan lain di Cap-Haitien dekat dengan benteng itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari H, jumlah pengunjung dilaporkan jauh melampaui kapasitas benteng sampai terjadi kerumunan di luar benteng. Mereka berebut masuk ke dalam benteng.
Kondisi diperparah karena akses keluar-masuk hanya melalui satu pintu, sehingga menimbulkan antrean dan penumpukan di titik tersebut.
Situasi berubah menjadi kacau saat pergerakan massa di dalam lokasi tidak lagi terkendali. Wakil Wali Kota Cap-Haitien, Patrick Almonord, mengatakan kepanikan terjadi di tengah kerumunan hingga korban berjatuhan.
"Gerakan di tengah kerumunan menyebabkan kepanikan yang sangat parah. Jumlah korban sementara sekitar 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Angka-angka ini masih dapat berubah," kata Almonord.
Saksi mata menyebutkan banyak orang mulai kesulitan bernapas akibat padatnya kerumunan. Peserta acara, Fabiola Jules, menerangkan situasi itu ia gambarkan sebagai lautan manusia dan pada suatu waktu rasanya sulit untuk bernafas, lalu kepanikan pun terjadi.
"Ada ribuan dari kami di sana. Pada satu titik, orang-orang tidak bisa bernapas lagi. Itu adalah kepanikan total," kata Fabiola.
Kesaksian serupa juga disampaikan oleh seorang influencer yang berada di lokasi. "Orang-orang saling mendorong untuk keluar, banyak yang kesulitan bernapas dan tidak ada cukup ruang untuk bergerak hingga orang-orang terjebak," kata Marco Photo melalui unggahan di Facebook-nya.
Laporan awal menunjukkan korban diduga meninggal akibat sesak napas karena kepadatan ekstrem dan buruknya sirkulasi udara di dalam benteng. Kondisi hujan dan permukaan yang licin disebut turut memperburuk keadaan.
Tim gabungan dari pemerintah kota dan Perlindungan Sipil langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat, termasuk Rumah Sakit Sacre-CΕur de Milot.
Hingga saat ini pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti insiden itu, termasuk soal perizinan acara. Tragedi tersebut juga memicu sorotan terhadap pengelolaan kerumunan dan sistem keamanan dalam kegiatan berskala besar di lokasi wisata bersejarah.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Jumlah Turis Asing Melancong ke RI Naik, Terbanyak dari Malaysia
Gemas, 2 Ekor Harimau Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung