Driver ojek online (ojol) bernama Donatus Darso, dianiaya sekelompok orang saat menjemput turis asing di kawasan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
Usai dikeroyok, Donatus kemudian membuat laporan ke Polres Manggarai Barat setelah menjalani visum. Donatus menduga pelaku pengeroyokan adalah sopir di Bandara Internasional Komodo.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4). Ratusan rekan ojol kemudian terlihat berdatangan menyerbu Polres Manggarai Barat mendampingi Donatus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donatus mengungkapkan ada sekitar 7-9 orang yang menganiaya dirinya. Donatus dipukul dan ditendang di bagian perut hingga jatuh di tengah jalan raya. Dia juga dicekik. Lehernya terlihat merah bekas cekik.
"Saya dipukul dan saya ditendang, jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat," ungkap Donatus di Polres Manggarai Barat.
"Saya bangun dari aspal itu naik motor lagi dia pukul lagi saya," tambah dia.
Donatus tak melawan gerombolan orang yang menganiaya dirinya. Dia hanya minta tolong ke orang-orang.
Donatus menjelaskan insiden itu bermula ketika dirinya mendapat order dari seorang penumpang perempuan untuk menjemputnya di Bandara Internasional Komodo. Penumpang tersebut berasal dari Eropa.
Namun, Donatus menyampaikan kepada penumpang jika dirinya tak bisa menjemput dekat bandara. Hal ini sesuai kesepakatan ojol dengan sopir angkutan wisata di Bandara Internasional Komodo.
Kepada penumpang tersebut, Donatus menyampaikan dirinya menunggu di depan Indomaret. Lokasinya relatif jauh dari gerbang keluar bandara. Penumpang tersebut menyetujuinya dan mendatangi tempat Donatus parkir motor di depan Indomaret tersebut.
"Karena saya tahu di area bandara kami masih dilarang untuk menjemput penumpang di sana dan saya taat hal itu, saya teks ke tamu bahwa saya menunggu anda di depan Indomaret dekat bandara. Beri tahu tidak bisa jemput dekat bandara. Tamu bilang 'ok see you there' (oke, tunggu di sana)," ungkap Donatus.
"Saking takutnya saya terhadap intimidasi dari orang-orang tak dikenal yang melarang tamu jemput penumpang dekat area bandara itu, maka saya masih berusaha mengatur jarak sejauh mungkin dari indomaret juga," lanjut Donatus.
Saat penumpang sudah di motornya, terang Donatus, tiba-tiba datang segerombolan orang dan sebuah mobil parkir di depan motornya. Mereka membentak Donatus. Satu orang kemudian mengambil motornya. Mereka minta tamunya turun dari sepeda motor.
"Mereka mengatakan sudah dibilang tidak boleh dijemput di sini tamunya, turun-turun tamunya mereka bilang seperti itu. Saya bilang ke tamu, silahkan pergi dengan mereka saja," imbuh Donatus.
Donatus menyayangkan insiden seperti yang dialaminya terjadi di destinasi pariwisata superprioritas seperti Labuan Bajo ini. Ia mengaku sudah menjalani visum dan membuat laporan ke Polres Manggarai Barat.
Sejumlah sopir Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat (Awstar) Labuan Bajo melakukan sweeping terhadap pengemudi Grab bike yang menjemput penumpang di depan kawasan Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo, Jumat (27/2/2026).
Awstar adalah angkutan darat yang sehari-hari mangkal di Bandara Internasional Komodo. Mereka berasal dari sejumlah perusahaan angkutan darat yang sudah menjalin perjanjian kerja sama dengan otoritas Bandara Internasional Komodo.
Persoalan sopir Awstar dengan driver ojol ini kemudian dimediasi di Polres Manggarai Barat.
---------
Artikel ini telah naik di detikBali.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong