Mengingat Kembali Eat, Pray, Love dan Spiritualitas Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengingat Kembali Eat, Pray, Love dan Spiritualitas Bali

Hari Suroto - detikTravel
Rabu, 15 Apr 2026 18:08 WIB
eat pray love
Film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts (imdb.)
Denpasar -

Mari mengingat kembali buku Eat, Pray, Love yang berlatarkan Bali. Di buku ini, spiritualitas Bali diangkat menjadi kunci untuk menemukan cinta abadi.

"Di dunia yang penuh kekacauan, bencana, dan penipuan, terkadang hanya keindahan yang dapat dipercaya....Dan terkadang makanan adalah satu-satunya mata uang yang nyata," - Elizabeth Gilbert, dalam buku Eat, Pray, Love (2010) yang kemudian difilmkan pada 2010 oleh sutradara Ryan Murphy.

Tokoh utama dan penulis buku ini, Elizabeth Gilbert, menghabiskan empat bulan di Italia, makan dan menikmati hidup (Eat), sebelum menuju ke India selama tiga bulan untuk mencari spiritualitasnya (Pray).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakhiri tahunnya di Bali dan Ubud, di mana dia berhasil mencari keseimbangan hidup dan akhirnya jatuh cinta (Love).

Sementara Eat Pray Love menempatkan kelebihan kuliner di Italia, di Bali sendiri, makanan menjadi spiritual, berakar pada alam, ingatan, dan upacara.

ADVERTISEMENT

Dengan penduduknya yang ramah dan murah hati, serta masakan yang segar dan lezat, tidak heran mengapa di destinasi ketiga dan terakhir, Gilbert akhirnya membuka hatinya untuk cinta yang tak terbatas.

Dikelilingi oleh sawah dan pohon mangga, nanas, dan kelapa yang rimbun, Gilbert menikmati rasa manis dan gurih dari hidangan Bali yang harmonis dan lezat. Dari sate ayam hingga lumpia yang lezat dengan saus celup mangga.

Saat memasuki Pasar Ubud, Elizabeth Gilbert yang diperankan Julia Roberts diajak berkeliling ke Pasar Ubud oleh Felipe. Felipe memberi tahu Liz untuk mencoba makan rambutan dan melarang makan durian.

Lalu, Liz mencicipi buah rambutan yang begitu asing bagi bule. Durian, buah yang dilarang di banyak hotel karena baunya yang menyengat.

Dalam buku tersebut, ada penjelasan lucu Felipe tentang rambutan -seperti jeruk yang bercinta dengan buah plum! Durian...tidak, tidak, kamu tidak akan mau memakannya - rasanya seperti kaki kotor...

-------

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads