Persiapan Awak Kabin Lion Air Jalani Penerbangan Haji Saat Konflik Timur Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Persiapan Awak Kabin Lion Air Jalani Penerbangan Haji Saat Konflik Timur Tengah

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 15 Apr 2026 17:37 WIB
Sebanyak 198 awak kabin diberangkatkan oleh Lion Air untuk mendukung operasional penerbangan haji.
Pelepasan awak kabin Lion untuk penerbangan haji global. (Mohammad Farrel/detikcom)
Jakarta -

Lion Air kembali menjalani penerbangan haji global di tahun ini, namun terdapat perbedaan situasi yang cukup mengkhawatirkan yaitu konflik di Timur Tengah.

Tak bisa dipungkiri situasi yang tengah terjadi di kawasan Teluk itu begitu berdampak pada sektor penerbangan. Kekhawatiran pun sejatinya menyelimuti para awak kabin yang bertugas.

Dalam pelepasan awak kabin Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (14/4/2026), awak kabin yang bertugas, Akbar Maulana, menyampaikan persiapan mental menjadi salah satu tantangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Tentunya kita sebagai ciptaan dari Allah SWT, kita selalu berdoa semoga kita semua selalu diberikan perlindungan dan juga kelancaran dalam penerbangan," katanya kepada detikTravel.

Ia tak menampik rasa takut itu menyelimuti penugasannya ini, tetapi di atas itu semua ada profesionalitas yang harus dijunjung. Terlebih, ia berucap penugasan ini bukan sekadar tugas penerbangan saja, tapi juga sekaligus ibadah.

"Sebenarnya takut sih, tapi InsyaAllah dan saya yakin juga dari perusahaan juga sudah memikirkan semuanya, untuk keamanan kita semua," ungkap Akbar.

Awak kabin Lion Air yang bertugas dalam penerbangan haji global, Akbar Maulana dan Mevtorus MaliaAwak kabin Lion Air, Akbar Maulana dan Mevtorus Malia. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Akbar juga memberitahukan bahwa ketika kondisinya bahwa tempatnya bekerja ini telah memetakan semua risikonya. Jika dalam kondisi tertentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakan penerbangan, maka penundaan penerbangan pun bisa saja dilakukan.

"Kalau dari cabin crew-nya sendiri sih kita tetap mengikuti arahan dari perusahaan, di mana kalau memang tidak memungkinkan untuk terbang ke suatu negara tersebut, pastinya dari perusahaan akan menginformasikan kepada kita. Dan mungkin akan ditunda untuk penerbangan tersebut," lengkapnya.

Senada dengan Akbar, Mevtorus Malia, juga menyampaikan kesiapannya dalam penerbangan haji tahun ini. Pengalaman yang sudah ia rasakan memberikan keyakinan untuk menjalani tugas di tengah konflik yang masih juga belum reda saat ini.

"Mental kita juga sudah sangat kuat ya, yang di mana kita ini tahu tujuan kita bukan hanya kerja. Tapi sekaligus ibadah, pahalanya Masya Allah," ucap Malia.




(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads