Perayaan Songkran 2026 diperkirakan mendorong pendapatan sektor pariwisata Thailand hingga lebih dari 30,35 miliar baht atau sekiranya Rp 16 triliun.
Angka itu naik sekitar 6% dibandingkan tahun lalu, seiring meningkatnya kontribusi wisatawan mancanegara. Gubernur Tourism Authority of Thailand (TAT), Thapanee Kiatphaibool, mengatakan sekitar 500.000 wisatawan mancanegara diprediksi berkunjung ke Thailand selama periode 11-15 April.
"Kunjungan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 8,1 miliar baht (Rp 4 triliun), naik 2% dari tahun lalu," ucapnya dikutip dari Bangkok Post, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk wisatawan domestik, perjalanan diproyeksikan mencapai 5,96 juta trip atau meningkat 7%, dengan kontribusi pendapatan sekitar 22,25 miliar baht (Rp 11 triliun), naik 8% secara tahunan.
Dengan capaian tersebut, TAT memperkirakan total pendapatan pariwisata selama Songkran tahun ini melampaui 30,35 miliar baht (Rp 16 triliun). Thapanee menilai suasana perayaan Songkran tahun ini lebih meriah dari perkiraan.
Kondisi itu mencerminkan kepercayaan wisatawan yang tetap kuat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Lonjakan perjalanan selama libur panjang juga membantu pemerataan pendapatan di sektor pariwisata hingga ke ekonomi lokal.
"Keberhasilan festival ini menunjukkan Thailand semakin kuat sebagai destinasi festival dunia berkat daya tarik budayanya," kata Thapanee.
Ia menambahkan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengangkat Songkran ke tingkat internasional.
Di Bangkok, sejumlah titik utama seperti Silom Road, Siam Square, dan Khao San Road dipadati pengunjung. Acara 'Maha Songkran World Water Festival 2026' di Benchakitti Park menarik 108.640 orang pada 11-13 April, terdiri dari 56.368 wisatawan domestik dan 52.272 turis asing, dengan perputaran ekonomi diperkirakan mencapai 283,68 juta baht (Rp 151 miliar).
Sementara itu, 'Saneh Art by Songkran Festival 2026' di Lumpini Park dikunjungi lebih dari 94.546 orang, terutama kalangan muda yang datang untuk berfoto dan menikmati instalasi seni.
Di luar ibu kota, Ayutthaya tetap menjadi destinasi favorit. Atraksi khas perang air dengan gajah mampu menarik minat wisatawan karena memadukan hiburan dan tradisi lokal. Wilayah utara dan timur laut juga mencatat perayaan yang ramai.
Selain festival air, wisatawan dapat mengikuti tradisi seperti memandikan patung Buddha, parade budaya, hingga ritual rod nam dam hua sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Di wilayah selatan, aktivitas pariwisata juga meningkat signifikan, terutama di Songkhla.
Perlintasan di pos Sadao ramai oleh wisatawan Malaysia. Dalam periode 10-12 April, lebih dari 36.000 wisatawan melintas, dengan tingkat okupansi hotel sekitar 80% dan total kunjungan lebih dari 70.000 wisatawan.
Perputaran ekonomi di wilayah tersebut pun diperkirakan melampaui 700 juta baht (Rp 375 miliar). Kunjungan wisata juga meningkat di kawasan perbatasan seperti Betong (Yala) dan Sungai Kolok (Narathiwat), berbagai acara Songkran di wilayah itu juga menarik banyak wisatawan, khususnya dari Malaysia.
Secara keseluruhan, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand mencatat jumlah wisatawan asing sepanjang 1 Januari hingga 12 April 2026 mencapai 10,36 juta orang, dengan pendapatan sekitar 506 miliar baht (Rp 271 triliun).
Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, Natthriya Thaweevong, mengatakan dalam sepekan terakhir kedatangan wisatawan mancanegara tercatat 619.481 orang, naik 8,76% dibandingkan pekan sebelumnya, dengan rata-rata 88.498 kunjungan per hari, jelas
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong