Belasan ribu kelelawar dilaporkan bersarang di atas atap rumah warga Tasikmalaya. Dinas Pemadam Kebakaran pun turun tangan.
Ribuan kelelawar itu ditemukan bersarang di atap rumah milik Enung, seorang warga di Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Aduh banyak pisan kelelawarnya. Saya minta bantuan Damkar," kata Enung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah tersebut diketahui sudah lama tidak dihuni oleh pemiliknya. Akibatnya, ribuan kelelawar 'mengambil alih' rumah tersebut untuk dijadikan sarang.
Petugas UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut. Satu regu dikerahkan menuju lokasi dengan waktu tempuh lebih dari dua jam perjalanan. Tim tersebut diterjunkan khusus untuk mengevakuasi kawanan kelelawar yang meresahkan warga.
"Kami menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat ke lokasi. Kami bawa alat jaring," kata Komandan Regu Damkar Kabupaten Tasikmalaya Aam, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: 3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal |
Aam menambahkan, awalnya pemilik rumah hanya melaporkan adanya kelelawar yang bersarang di atap. Namun, pemilik tidak merinci bahwa kawanan kelelawar tersebut berjumlah sangat-sangat banyak.
"Kami hanya bawa jaring. Gak tahu kondisi kelelawar ada banyak. Bisa di atas 15 ribu itu. Pokoknya banyak," Kata Aam.
Kawanan kelelawar tersebut bergelantungan memenuhi kayu penopang genting hingga plafon rumah. Kondisi rumah yang lembap dan kosong dalam waktu lama diduga menjadi penyebab atap rumah dijadikan sarang oleh kelelawar.
"Ya karena lembap dan memang gampang masuknya ada lobang," Kata Aam.
Proses evakuasi belasan ribu kelelawar ini berjalan dramatis dan memakan waktu sekitar empat jam. Awalnya petugas mencoba menggunakan jaring untuk menangkap kelelawar.
Namun, cara tersebut tidak efektif karena jumlah kelelawar yang sangat banyak membuat proses penangkapan sulit dilakukan. Petugas akhirnya mengubah strategi dengan teknik pengasapan.
Sebelum cara itu dilakukan, bagian eternit dan sejumlah genteng rumah sengaja dibuka untuk memberi jalur keluar. Asap dari pembakaran yang dibuat di dalam rumah perlahan membuat ribuan kelelawar berhamburan keluar melalui atap yang sudah terbuka.
"Kami akhirnya lakukan pengasapan ya. Kemudian eternit dan sebagian genting dibuka. Kelelawar perlahan keluar," Kata Aam.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya Engking membenarkan pihaknya turun langsung setelah menerima laporan warga. Engking menyebut mayoritas kelelawar berhasil diusir keluar dari atap rumah.
Beberapa di antara kelelawar itu juga berhasil ditangkap petugas saat proses evakuasi berlangsung.
"Alhamdulillah bisa bantu warga dan kami selesaikan tugasnya dengan baik tanpa merusak," kata Engking.
Kondisi rumah yang kosong dan lembap dalam waktu lama menjadi faktor utama kawanan kelelawar menjadikan atap sebagai tempat berkoloni. Hingga Selasa sore, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelelawar yang tersisa di dalam rumah.
"Warga diimbau segera melapor jika menemukan satwa liar bersarang dalam jumlah besar di permukiman. Selain mengganggu, kotoran kelelawar juga berpotensi membawa penyakit," katanya.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain