Gandeng Malaysia, Uzbekistan Bidik 100 Ribu Wisatawan Indonesia pada 2027

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gandeng Malaysia, Uzbekistan Bidik 100 Ribu Wisatawan Indonesia pada 2027

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 16 Apr 2026 11:32 WIB
Ilustrasi kedatangan turis
Ilustrasi wisatawan. (Getty Images/YakubovAlim)
Jakarta -

Uzbekistan serius menyasar wisatawan Indonesia. Langkah itu dilakukan dengan menggandeng Malaysia.

Uzbekistan mengoptimalkan momentum kampanye Visit Malaysia 2026 untuk meningkatkan arus kunjungan antarnegara. Duta Besar Uzbekistan untuk Malaysia, Karomidin Gadoev, mengatakan kerja sama promosi pariwisata perlu diperkuat agar memberikan manfaat yang seimbang bagi semua pihak, termasuk Indonesia yang dinilai sebagai pasar potensial.

"Harus ada keseimbangan arus wisatawan. Jika penerbangan penuh ke satu arah tetapi kosong saat kembali, maka rute tersebut tidak akan berkelanjutan," ujarnya dikutip dari Malay Mail, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut Malaysia sebagai contoh sukses pengembangan pariwisata, terutama di sektor ramah Muslim. Uzbekistan pun ingin belajar dari pengalaman tersebut sembari memperluas kolaborasi, termasuk menjangkau wisatawan dari Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Malaysia adalah negara yang luar biasa dan contoh keberhasilan di sektor pariwisata. Kami ingin bekerja sama untuk mempromosikan pariwisata," kata Gadoev.

Saat ini, pembahasan juga dilakukan untuk menambah konektivitas penerbangan antara Kuala Lumpur dan sejumlah kota utama di Uzbekistan, seperti Samarkand dan Bukhara. Konektivitas itu diharapkan ikut membuka akses lebih luas bagi wisatawan Indonesia.

Dari sisi kunjungan, Uzbekistan mencatat sekitar 12.500 wisatawan asal Malaysia pada tahun lalu, meningkat dari sekitar 4.300 pada 2023. Tren tersebut menunjukkan tingginya minat perjalanan di kawasan Asia Tenggara.

Ke depan, Uzbekistan menargetkan peningkatan wisatawan dari Malaysia dan Indonesia hingga mencapai sekitar 100.000 orang pada periode 2026-2027. Saat ini, total kunjungan dari kedua negara tersebut masih di bawah 20.000.

Gadoev juga menekankan pentingnya hubungan yang saling menguntungkan. Ia menilai perlu ada dorongan agar lebih banyak wisatawan Uzbekistan juga berkunjung ke Malaysia, demi menjaga keberlanjutan rute penerbangan.

Menurut dia, Malaysia tetap menjadi mitra strategis, terutama karena kuatnya pasar wisata luar negeri dan populasi Muslim yang besar.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Uzbekistan mulai menyiapkan berbagai kemudahan bagi wisatawan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Salah satunya melalui paket tur yang terintegrasi dengan perjalanan umrah, guna menarik minat wisatawan muslim.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads