Misteri Omah Balung di Surabaya, Tempat Menyimpan Jasad-jasad yang Tak Dikenal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Misteri Omah Balung di Surabaya, Tempat Menyimpan Jasad-jasad yang Tak Dikenal

Anastasia Trifena - detikTravel
Kamis, 16 Apr 2026 22:13 WIB
Omah Balung di Makam Peneleh Surabaya
Omah Balung di Surabaya (Jihan Navira/detikJatim)
Surabaya -

Ada bangunan tua yang sudah tidak utuh berdiri di antara deretan nisan Makam Peneleh Surabaya. Itulah Omah Balung, tempat untuk jasad orang yang tak dikenal.

Sesuai dengan namanya, Omah Balung digunakan untuk menyimpan tulang-belulang jenazah manusia. Guide Makam Peneleh, Fahmi Lazuardi menjelaskan tulang yang disimpan di dalamnya merupakan milik Mr. X atau jenazah yang tidak teridentifikasi akibat pemindahan makam lama di Krembangan.

"Ini untuk tempat penyimpanan Mr. X atau yang nggak diketahui identitase sama beberapa pindahan dari Krembangan," jelas Fahmi, Jumat (10/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tulang belulang tanpa nama tersebut dikumpulkan dan ditempatkan dalam dua lubang penyimpanan yang berada di dalam bangunan tersebut.

Namun ada versi lain yang menyatakan bahwa Omah Balung sempat digunakan dalam sistem makam sewa yang diterapkan di Makam Peneleh.

ADVERTISEMENT

Pengamat sejarah dari Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo menuturkan sistem ini muncul karena keterbatasan lahan pemakaman pada abad ke-19.

"Jadi Peneleh pada tahun 1800-an itu sudah terbatas lahan makam, sehingga sempat menggunakan makam sewa. Jadi digunakan di lahan makam tidak permanen. Jika keluarga tidak melanjutkan sewa, jenazahnya dibongkar dan tulang-tulangnya dikumpulkan dijadikan satu di ruangan khusus, di omah balung itu," urai Kuncar.

Bangunan Omah Balung sudah jauh dari bentuk aslinya. Dulu memiliki gaya klasik Eropa dengan empat pilar megah dan atap bak rumah mewah.

Namun berdasar pantauan di lokasi, Omah Balung saat ini tidak lagi memiliki atap, hanya tersisa tembok yang mengelilingi dan satu pilar di sisi kiri bangunan.

Tempat peristirahatan bagi jenazah yang tidak diketahui identitasnya tersebut bercatkan lumut dan berhias tanaman rambat. Begitu pula dengan dua lubang penyimpanan tulang di dalamnya. Saat hendak melihat isi lubang, pengunjung harus menyingkap tanaman rambat terlebih dahulu.

Sayangnya, kondisi di dalam lubang tertutup sampah dan reruntuhan bangunan. Sisa-sisa tulang tidak terlihat jelas karena tertimbun material yang jatuh akibat termakan usia.

Selain itu terdapat pula beberapa makam yang tampak rusak. Sejumlah nisan maupun keramik makam terlihat berlubang di bagian atas maupun bawah makam.

Salah satu makam yang tidak lagi tertulis identitasnya pada nisan bahkan harus ditutup oleh lembaran aluminium berkarat agar air hujan tidak masuk ke liang kuburnya.

Kondisi lubang di Omah BalungKondisi lubang di Omah Balung Foto: Jihan Navira/detikJatim

Saat dibuka, masih terlihat tengkorak dan beberapa tulang almarhum yang beristirahat di sana. Fahmi menjelaskan, perbaikan tidak bisa sembarang dilakukan karena harus melalui persetujuan keluarga almarhum.

Selain itu jika hendak membangun ulang, bentuk dan bahan yang digunakan pun harus sama persis sebab Makam Peneleh merupakan cagar budaya.

"Ini bolong karena usia, nggak boleh dipugar juga. Karena bentuknya harus sama kalau mau dibangun ulang," ucapnya.

Faktor kedua yang menyebabkan beberapa makam rusak selain karena usia adalah karena peristiwa penjarahan yang sempat terjadi pada era 1970-an.

Pegiat sejarah, Hendra menjelaskan beberapa jenazah ada yang dikuburkan bersamaan dengan perhiasan atau barang berharga milik mendiang. Hal itulah yang memicu terjadinya penjarahan dan perusakan makam.

"Di bawah 2015 itu bebas orang masuk, dibuat tempat tidur para homeless. Jadi sejak 1970-an terjadi penjarahan karena ada harta yang dikubur. Nisan banyak yang diambil dan dihalusin lagi terus dijual," tutur Hendra.

Meski begitu, Makam Peneleh tetap menyimpan banyak cerita. Patung-patung indah penanda makam masih banyak terjaga. Kompleks pemakaman ini sudah lama ditutup sejak 1940 dan mengukirkan 14.355 nama di nisan-nisannya.

Pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar negeri umumnya hanya untuk berziarah. Mengingat di Makam Peneleh terdapat sejumlah makam tokoh penting di Surabaya.

Namun dalam beberapa kasus, keluarga dari jenazah yang telah dimakamkan di sana masih dapat menambahkan nama atau abu anggota keluarga lain pada makam yang sama sebagai penanda. Diketahui, praktik tersebut terakhir dilakukan pada 2022.


-------

Artikel ini telah naik di detikJatim.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads