Kibarkan Bendera Bizantium di Hagia Sophia, 2 Turis Ditangkap

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kibarkan Bendera Bizantium di Hagia Sophia, 2 Turis Ditangkap

Bonauli - detikTravel
Jumat, 17 Apr 2026 05:29 WIB
Turis kibarkan bendera bizantium di Hagia Sophia
Foto: (DHA Photo)
Istanbul -

Hagia Sophia yang tenang mendadak tegang. Dua turis ditangkap karena mengibarkan bendera bizantium.

Pada tanggal 19 April, dua turis yang diidentifikasi sebagai Mazis Michael (35 tahun) dan Kostantina Mazi (42 tahun), liburan ke Hagia Sophia di Istanbul, Turki.

Saat berada di dalam masjid Hagia Sophia, mereka mengibarkan bendera bizantium berwarna biru putih, seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (17/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai berfoto satu sama lain, dua turis ini ditegur oleh petugas keamanan. Mereka menyimpan bendera itu dan mengira masalahnya selesai.

Ternyata, petugas keamanan melaporkan hal ini ke polisi.

ADVERTISEMENT

Turis tersebut kemudian ditangkap di hotel tempat mereka menginap di distrik Fatih, Istanbul. Pengadilan Istanbul memerintahkan penangkapan mereka dengan tuduhan menghasut kebencian publik.

NTV melaporkan bahwa bendera tersebut memiliki tulisan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Turki sebagai "Bersikap Ortodoks atau Mati".

Insiden tersebut menggarisbawahi signifikansi politik dan simbolis Hagia Sophia yang abadi, sebuah bangunan yang telah menjadi pusat narasi sejarah yang bersaing selama berabad-abad.

Dibangun pada tahun 537 di bawah Kaisar Bizantium Justinian I, bangunan ini berfungsi sebagai katedral utama Kekaisaran Bizantium dan pusat Kekristenan Ortodoks Timur sebelum diubah menjadi masjid setelah jatuhnya Istanbul.

Kontroversinya kembali menjadi masjid pada tahun 2020 kembali memicu sensitivitas, khususnya di Yunani.

Bagi banyak orang Yunani, Hagia Sophia mewakili pusat warisan Ortodoks yang hilang. Namun, otoritas Turki sering menafsirkan tampilan semacam itu di dalam masjid sebagai provokasi yang disengaja.

Momen ini juga mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara Turki dan Yunani, yang hubungannya telah lama tegang karena sengketa teritorial, politik, dan budaya.

Dalam konteks ini, tindakan simbolis di situs yang diperebutkan atau sensitif dapat dengan cepat meningkat.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads