Hotel Mewah Burj Al Arab di Dubai Tutup Sementara untuk Renovasi Besar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hotel Mewah Burj Al Arab di Dubai Tutup Sementara untuk Renovasi Besar

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 17 Apr 2026 07:20 WIB
Dubai, United Arab Emirates - January 08, 2012: View of Burj Al Arab hotel from the Jumeirah beach. Burj Al Arab is one of the Dubai landmark, and one of the worlds most luxurious hotels with 7 stars.
Burj Al Arab. (iStock)
Dubai -

Hotel ikonik Burj Al Arab di Dubai akan ditutup sementara untuk menjalani renovasi besar selama sekitar 18 bulan akibat turunnya jumlah wisatawan.

Penutupan ini menjadi yang pertama sejak hotel tersebut dibuka pada 1999, di tengah melambatnya sektor pariwisata kawasan akibat konflik geopolitik. Mengutip Reuters, Jumat (17/4/2026) seorang staf hotel mengonfirmasi bahwa operasional akan dihentikan selama proses renovasi berlangsung.

Sementara itu, pemilik hotel, Jumeirah, dalam pernyataan resmi sehari sebelumnya menyebut proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dipimpin oleh arsitek interior asal Paris, Tristan Auer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Jumeirah tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa hotel akan ditutup selama pengerjaan. Pihak hotel juga menawarkan alternatif akomodasi di hotel terdekat bagi tamu yang telah melakukan pemesanan selama periode renovasi.

ADVERTISEMENT

Staf tersebut menambahkan bahwa durasi penutupan masih dapat berubah tergantung perkembangan proyek.

Burj Al Arab yang berbentuk layar kapal merupakan salah satu landmark paling terkenal di Dubai sekaligus properti andalan Jumeirah Group. Hotel tersebut sempat mengalami kerusakan ringan pada awal Maret, setelah serpihan dari pencegatan serangan drone Iran mengenai bagian fasad bangunan.

Meski demikian, pihak hotel menegaskan bahwa proyek renovasi yang telah lama direncanakan ini tidak terkait dengan insiden tersebut. Jumeirah juga tidak mengaitkan renovasi dengan konflik yang sedang berlangsung dalam pernyataan resminya.

Meski begitu, waktu pelaksanaan proyek dinilai cukup berpengaruh. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu perjalanan udara di kawasan Uni Emirat Arab serta menekan jumlah kunjungan wisatawan, terutama di segmen premium.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads