Perayaan Songkran 2026 di Thailand diwarnai tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama periode yang dikenal sebagai "Seven Dangerous Days". Dalam empat hari pertama, sebanyak 154 orang dilaporkan meninggal dunia dan 705 lainnya mengalami luka-luka.
Dikutip dari Bangkok Post, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 755 kasus. Angka itu memang turun hampir 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.002 kasus.
Meski demikian, tragisnya jumlah korban meninggal justru meningkat dari 144 orang pada tahun sebelumnya menjadi 154 orang tahun ini, sementara korban luka menurun dari 999 menjadi 705 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset, menyebutkan bahwa pada Senin saja terjadi 237 kecelakaan di seluruh Thailand, yang mengakibatkan 224 orang terluka dan 51 orang meninggal dunia.
Kecelakaan berulang saat Fetsival Songkran itu menjadi perhatian pemerintah Thailand. Tahun ini, pemerintah menggelar kampanye keselamatan bertajuk "Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents" untuk menekan angka kecelakaan. Agenda itu dilakukan 10-16 April.
Wakil Juru Bicara Pemerintah, Lalida Persvivatana, mengatakan Kementerian Pariwisata dan Olahraga, bekerja sama dengan Biro Polisi Pariwisata dan lembaga terkait, memantau secara ketat keselamatan selama perayaan yang biasa disebut "Tujuh Hari Berbahaya" untuk meningkatkan kepercayaan di antara wisatawan domestik dan internasional.
"Tujuh Hari Berbahaya" mengacu pada periode kampanye keselamatan jalan di Thailand selama perayaan Songkran, di mana kecelakaan perjalanan biasanya meningkat tajam.
Ia menambahkan bahwa tujuh wisatawan asing terluka dalam kecelakaan terpisah selama periode yang sama, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.
Lalida mengatakan Kementerian Pariwisata dan Olahraga terus memperkuat langkah-langkah keselamatan di area wisata utama, sambil berkoordinasi erat dengan semua instansi terkait untuk memastikan festival berjalan lancar.
"Pemerintah mendesak masyarakat dan wisatawan untuk mengemudi secara bertanggung jawab dan mematuhi prinsip 'jangan minum dan mengemudi' untuk memastikan bahwa festival Songkran tahun ini tetap menjadi acara yang aman dan menyenangkan bagi semua," katanya.
---
Artikel mengenai Festival Songkran ini menjadi artikel terpopuler, Kamis (16/4/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Pakar UI: Bukan Sekadar Sampah, Bali Hadapi Krisis Sistemik 3.400 Ton per Hari
- Teror di Dalam Pesawat, Penumpang Perempuan Dilecehkan
- 2 Turis Asing Ketahuan Bawa Drone di Rinjani, Taman Nasional Siapkan Sanksi
- Lion Air Berangkatkan 198 Awak Kabin untuk Penerbangan Haji Global
- Hong Kong Gelar 8 Event Dunia Sekaligus: Alasannya Wajib Masuk Itinerary!
- Aturan Bea Cukai 2026 dan Tips Bawa Barang dari Luar Negeri
- Di Gang Sempit Jakarta Ini, Tan Malaka Bersembunyi dan Menulis Madilog
- Deretan Event Seni di Hong Kong yang Wajib Dikunjungi Tahun Ini
- Misteri Omah Balung di Surabaya, Tempat Menyimpan Jasad-jasad yang Tak Dikenal
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain