Di Filipina, budaya kopi lebih dari sekadar minum saja. Bagi mereka, kopi menjadi medium yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Di Filipina, kopi menjadi lebih dari sekadar minuman, menjadi bagian dari budaya, simbol kehangatan, dan alat untuk membangun hubungan.
Banyak orang Filipina menganggap kafe sebagai tempat bertemu dengan teman, keluarga, atau bahkan kolega untuk ngobrol santai, berbagi cerita, atau hanya menikmati suasana. Inilah yang dikenal dengan budaya tambay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambay adalah bahasa gaul yang berarti nongkrong, duduk santai, atau menghabiskan waktu di suatu tempat tanpa tujuan yang jelas.
Biasanya, orang yang sedang tambay akan menghabiskan waktu berjam-jam di kafe, menikmati secangkir kopi sambil mengobrol dengan teman, membaca buku, atau sekadar mengamati orang-orang di sekitar mereka.
Di sanalah waktu berjalan lebih lambat. Lelucon terasa lebih hidup, dan gosip dapat menyebar dengan lebih cepat dari biasanya.
Kata tambay berasal dari frasa bahasa Inggris 'stand by'. Tetapi di Filipina, kata ini telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna.
Konsep tambay (berkumpul santai) sangat melekat dalam budaya Filipina, sehingga praktis sudah menjadi gaya hidup masyarakat setempat.
Traveler yang berkunjung ke Manila akan sering melihat orang-orang duduk berkelompok, tertawa, atau berdiskusi mengenai berbagai hal sambil menikmati kopi mereka.
Baca juga: Kape Barako, Oleh-oleh Favorit dari Filipina |
Banyak kafe yang menawarkan suasana nyaman dengan kursi-kursi, pencahayaan, dan musik yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Selain itu, kafe juga menjadi tempat bagi berbagai komunitas untuk berkumpul, seperti komunitas pembaca buku, penulis, seniman, hingga komunitas kopi.
Ada pula kafe-kafe yang sering mengadakan acara seperti live music atau pemutaran film, yang semakin mempererat rasa kebersamaan di kalangan pengunjung. Tambay di kafe menjadi semacam tradisi sosial yang memupuk rasa kebersamaan dan keakraban.
Ini juga memberi kesempatan bagi orang-orang untuk meluangkan waktu sejenak dari rutinitas sehari-hari, menikmati secangkir kopi, dan berbicara tentang kehidupan mereka.
Jika traveler berkesempatan mengunjungi Filipina, jangan lewatkan untuk mengunjungi kafe-kafe lokal dan merasakan sendiri bagaimana kopi dan budaya tambay saling melengkapi dalam menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
--------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Jumlah Turis Asing Melancong ke RI Naik, Terbanyak dari Malaysia
Gemas, 2 Ekor Harimau Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung