Seekor bayi orangutan Kalimantan di Madrid Zoo Aquarium Spanyol pada awal 2 April lalu. Bayi tersebut dilaporkan dalam kondisi baik dan berkembang secara normal.
Dalam keterangan resminya, pihak Madrid Zoo Aquarium menyebutkan bayi berjenis kelamin jantan tersebut lahir dengan berat sekitar 1,5 kilogram. Setelah induknya yang bernama Surya menjalani masa kehamilan sekitar delapan setengah bulan.
Melansir France24, Jumat (17/4/2026) nama bayi orangutan ini nantinya akan ditentukan melalui pemungutan suara publik dari sejumlah pilihan yang diajukan oleh para perawat. Ini merupakan kelahiran keempat bagi Surya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penjaga menilai perilaku keibuannya sejak awal sangat baik, bayi tersebut juga rutin menyusu, yang menjadi indikator penting bagi pertumbuhan yang sehat.
"Ketika bayi menyusu, semuanya berhenti. Surya benar-benar diam sampai anaknya selesai, baru kemudian bergerak untuk makan atau melakukan hal lain. Dia benar-benar ibu yang luar biasa," kata penjaga primata di kebun binatang tersebut, Maica Espinosa.
Secara alami, orangutan biasanya melahirkan satu anak, meski dalam kasus tertentu bisa kembar. Frekuensi kelahiran tergolong jarang yakni paling cepat setiap enam tahun, bahkan bisa mencapai jeda hingga 10 tahun.
Bayi orangutan Kalimatan di Madrid, Spanyol. (Instagram/@zoo_aquarium_madrid) |
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), orangutan Kalimantan yang dikenal dengan bulu cokelat gelap dan sifatnya yang lembut, masuk dalam kategori critically endangered atau sangat terancam punah.
Ancaman terbesar bagi spesies ini adalah hilangnya habitat secara cepat serta perdagangan satwa liar ilegal. Di alam liar, orangutan hanya ditemukan di Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan yang wilayahnya terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
(upd/wsw)













































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain