Turis Hindari Timur Tengah, Spanyol-Portugal Banjir Pesanan Hotel-Penerbangan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Hindari Timur Tengah, Spanyol-Portugal Banjir Pesanan Hotel-Penerbangan

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 17 Apr 2026 22:11 WIB
Ilustrasi Penerbangan, ilustrasi pesawat, pesawat terbang, ilutrasi perjalanan, pesawat
Ilustrasi penerbangan. (Getty Images/Maja Hitij)
Lisbon -

Lonjakan pemesanan penerbangan-hotel ke Spanyol dan Portugal terjadi menjelang musim liburan, seiring wisatawan menghindari destinasi terdampak konflik di Timur Tengah.

Data dari platform pemasaran perjalanan, Sojern, menunjukkan hingga 2 April lalu pemesanan penerbangan ke Spanyol naik 32% secara tahunan, sementara pencarian hotel meningkat 28%. Portugal juga mencatat kenaikan, masing-masing 21% untuk penerbangan dan 16% untuk hotel.

Adapun perusahaan analisis perjalanan, Mabrian, mencatat penurunan minat ke Timur Tengah dalam sebulan terakhir. Hal itu diiringi peningkatan permintaan ke kawasan Mediterania selatan, dengan Spanyol menjadi penerima manfaat utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya di wilayah Mediterania timur, termasuk Siprus mengalami banyak pembatalan perjalanan di tengah dampak konflik Iran. Organisasi pelaku usaha, Exceltur, pun menaikkan proyeksi sektor pariwisata.

ADVERTISEMENT

"Liburan musim panas direncanakan jauh-jauh hari. Ketika destinasi populer terdampak konflik, efek 'safe haven' sudah mulai terlihat dalam pemesanan ke Spanyol," kata Wakil Presiden Exceltur, Oscar Perelli, seperti dilansir dari The Economic Times, Jumat (17/4/2026).

General Manager Sojern untuk destinasi global, Sylvia Weiler, menyebut wisatawan kini tidak membatalkan perjalanan, melainkan beradaptasi dengan memilih tujuan yang lebih aman. "Wisatawan beradaptasi, bukan mundur," jelas Sylvia.

Exceltur memperkirakan pariwisata Spanyol tumbuh 2,5% tahun ini menjadi 227 miliar euro (Rp 4.594,03 triliun), dengan potensi tambahan 4,2 miliar euro (Rp 84 triliun) dari peralihan wisatawan. Tahun lalu, Spanyol menerima rekor 97 juta wisatawan.

Kemudian, Asosiasi hotel CEHAT memproyeksikan okupansi kamar naik hingga 3% musim panas ini. Wisatawan juga disebut mulai memilih destinasi yang lebih jauh dari zona konflik seperti Kepulauan Canary.

Kendati begitu, risiko pun masih tetap ada. Kenaikan harga bahan bakar dan gangguan di rute Timur Tengah bisa menahan pertumbuhan.

"Semuanya akan bergantung pada apa yang terjadi di Selat Hormuz, karena seluruh proyeksi bisa berubah," ujar Presiden CEHAT, Jorge Marichal.




(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads