Ambisi Besar Berujung Kegagalan: Kisah Ocean Flower Island, Dubai-nya China

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ambisi Besar Berujung Kegagalan: Kisah Ocean Flower Island, Dubai-nya China

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Jumat, 17 Apr 2026 21:02 WIB
Ocean Flower Island
Ocean Flower Island di China (via South China Morning Post)
Jakarta -

Ocean Flower Island merupakan proyek pembangunan megah China yang disebut-sebut mirip Palm Island Jumeirah di Dubai. Namun proyek megah itu kini dibilang gagal.

Ocean Flower Island yang digadang-gadang menjadi pusat perbelanjaan dan dunia urban di China disebut gagal total. Bahkan sejumlah wisatawan menyebut kawasan ini sebagai 'kota mati.'

Sebuah gugusan pulau buatan yang dibangun di Laut China Selatan ini disebut dengan Ocean Flower Island. Pembangunan proyek besar ini dirancang sebagai destinasi wisata, hunian, dan pusat hiburan terbesar di China, bahkan berusaha mengalahkan Palm Island Jumeirah di Dubai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir The New York Times, Jumat (17/4/2026), proyek ambisius ini menjadi contoh nyata kegagalan proyek properti dalam lingkup raksasa. Kerugiannya juga tidak main-main, negara bahkan harus merogoh kocek yang tidak sedikit dalam pemulihannya.

Rencana awal pembangunan proyek ini sama seperti proyek properti megah lain, pusat perbelanjaan urban, taman hiburan, gedung-gedung apartemen yang tinggi, hingga nuansa pantai buatan yang eksotis.

ADVERTISEMENT

Namun, kenyataan pahit memukul mundur ambisi tersebut. Sejumlah pengunjung bahkan menyebut proyek ini sebagai kota mati karena bangunan-bangunan megah yang kepalang berdiri tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

"Tempat ini adalah zona mati," ujar Zhou Qingbin, salah seorang pengunjung dari kota pesisir Danzhou.

Proyek ini dibangun oleh Evergrande, pengembang properti raksasa asal China. Idenya digagas oleh Xu Jiayin pendiri dan ketua Evergrande, yang sempat menjadi orang paling kaya di China pada masanya.

Xu Jiayin mendapatkan ide Ocean Flower Island saat berlibur ke Singapura pada 2011. Ia disebut menggambar sendiri desain pulau buatan berbentuk bunga bougainvillea dan mengawasi detail proyek secara langsung.

Dalam prosesnya, Evergrande menginvestasikan sekitar $12 miliar (Rp 200 triliun) untuk proyek ini. Di mana diketahui sebagian besar dana tersebut diperoleh dari hasil pinjaman.

Jumlah ini sebenarnya masih jauh dari kebutuhan total anggaran sebesar $23 miliar (Rp 386 triliun). Sehingga proyek pembangunan ini dinilai terpaksa berhenti di tengah jalan karena kurangnya anggaran.

Terdapat sekitar 39 blok apartemen bertingkat tinggi hampir selesai dibangun, tetapi tidak pernah terjual. Banyak bangunan hanya berupa pondasi beton yang kini tergenang air dan bahkan digunakan warga untuk memancing.

Meski begitu Evergrande mengklaim telah berhasil menyelesaikan sekitar 60.000 unit apartemen dan menyerahkannya kepada pembeli.

Namun di balik visi besar tersebut, Evergrande dinilai kurang memetakan rencana proyek dan mempersiapkan pendanaan dengan baik untuk pembangunan proyek dan pembayaran utang yang terus menumpuk.

Bangkrutnya Evergrande dan Maraknya Korupsi di China

Selain persiapan yang dinilai tidak matang, bangkrutnya Evergrande dinilai menjadi penyebab utama gagalnya pembangunan Ocean Flower Island.

Sejak awal, Ocean Flower Island dibangun dengan keyakinan lama yang selama bertahun-tahun dianggap ampuh di China 'bangun dulu, orang-orang pasti datang.'

Namun pada 2021, pemerintah pusat mulai membatasi pinjaman untuk pengembang properti karena khawatir terhadap utang yang tidak terkendali. Kredit dari bank mengering, dan Evergrande pun kolaps.

Evergrande diketahui bangkrut karena terlilit utang lebih dari $300 miliar (atau Rp 5 kuadriliun) kepada AS. Runtuhnya Evergrande ini berimbas pada hancurnya kepercayaan publik terhadap sektor properti China. Padahal, sektor ini selama puluhan tahun menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Data resmi menunjukkan penjualan rumah baru di China kini berada di titik terendah dalam lebih dari 15 tahun. Krisis ini begitu serius hingga pemerintah mulai menyensor unggahan daring yang bernada pesimistis tentang pasar properti.

Banyak proyek mangkrak di berbagai kota, tetapi Ocean Flower Island menjadi salah satu contoh paling mencolok dari pemborosan dan ambisi yang berlebihan dari Evergrande.

Sejumlah pejabat yang terlibat dalam proyek ini juga turut terseret kasus korupsi. Mantan wali kota dan ketua Partai Komunis Danzhou, Zhang Qi, yang menyetujui proyek ini, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Selain itu, Mantan gubernur dan sekretaris partai Hainan, Luo Baoming, juga dipenjara 15 tahun karena menerima suap jutaan dolar.

Pergeseran Ambisi Proyek Ocean Flower Island

Saat ini pemerintah Kota Danzhou mengambil alih sebagian besar pengelolaan Ocean Flower Island, meski masih kesulitan menentukan masa depannya.

Pemerintah Danzhou mencoba mempertahankan proyek ini dengan mempromosikannya sebagai "konsep gaya hidup unik." Namun jumlah penghuni jauh lebih rendah dari target awal.

Berbeda dengan Palm Island Dubai yang dihuni selebritas dan orang kaya dunia, Ocean Flower Island justru banyak dihuni pensiunan dari China utara yang mencari tempat hangat untuk menghabiskan musim dingin. Kawasan hunian dipenuhi restoran makanan khas utara China dan layanan kesehatan lansia.

Banyak pembeli properti mengalami kerugian besar. Harga apartemen sempat melonjak tajam hingga 2021, tetapi kemudian anjlok. Jika dijual sekarang, sebagian pemilik harus rela kehilangan setengah dari nilai investasinya.

"Banyak orang kehilangan uang mereka karena Evergrande, dan mereka marah," kara Li Yanbo, seorang agen properti di Ocean Flower Island.

Meski begitu Li menjelaskan Evergrande tidak sepenuhnya buruk, sejumlah orang mungkin merasa tertipu dengan proyek ini. Namun, mereka tidak akan memiliki apartemen jika bukan karena Evergrande. Hingga kini, harga properti di kawasan tersebut sudah agak stabil.

Hingga kini, jejak Evergrande di pulau tersebut hampir hilang, kecuali mesin penjual otomatis berisi air mineral bermerek Evergrande yang berdebu. Xu Jiayin sendiri menghilang dari publik sejak 2021 dan dituntut atas berbagai kejahatan keuangan.

Ocean Flower Island saat ini berdiri sebagai simbol paling nyata dari ambisi besar, utang masif, dan krisis properti China, sebuah proyek megah yang berubah menjadi monumen kegagalan.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Detik-detik Gempa M 5,2 Hantam China, 2 Tewas-13 Bangunan Runtuh"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads