Berlin yang Mulia, Beri Voucher buat Turis yang Bantu Punguti Sampah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Berlin yang Mulia, Beri Voucher buat Turis yang Bantu Punguti Sampah

Bonauli - detikTravel
Minggu, 19 Apr 2026 08:14 WIB
Berlin mempromosikan seni, sejarah, dan klub malamnya untuk tarik wisatawan
Kota Berlin (REUTERS/Annegret Hilse)
Berlin -

Berlin membuat kampanye wisata yang unik. Turis bisa menikmati liburan secara gratis, asalkan mau pungut sampah.

Kampanye wisata ramah lingkungan mulai digerakkan oleh Skema BerlinPay, sebuah gerakan inisiatif berbasis lingkungan yang diterapkan di Berlin, Jerman, yang terinspirasi dari model serupa di Kopenhagen.

Berlin mengajak para turis untuk ikut serta dengan memberikan voucher musim panas lewat kegiatan memungut sampah, seperti dikutip dari EuroNews pada Minggu (19/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa pun yang berpartisipasi, misalnya dengan mengumpulkan sampah atau mendukung proyek sosial, akan menerima manfaat sebagai imbalan di museum, restoran yang berpartisipasi, atau pengalaman di Berlin. Perilaku berkelanjutan oleh wisatawan dimaksudkan untuk dihargai secara nyata.

Kota Berlin masih mencari mitra yang cocok, karena imbalannya harus sepadan dengan usaha yang dilakukan.

ADVERTISEMENT

Berlin berharap terciptanya lingkaran kebajikan, orang-orang yang terlibat akan lebih menghargai lingkungan sekitar dan tetangga mereka, dan pada gilirannya merasa dihargai. Hal ini kemudian dihargai dengan pengalaman positif, yang pada gilirannya dapat mendorong keterlibatan yang lebih besar. Begitulah cara kota tersebut menggambarkan model ini di situs web agen pariwisata visit Berlin.

Tujuannya adalah untuk mendorong perilaku sadar di dan di atas air. Tema tahunan ibu kota Jerman adalah pariwisata air. Turis yang ingin mendapatkan voucher liburan haru mengumpulkan sampah, membantu mempercantik lingkungan sekitar, atau mendukung proyek sosial akan menerima penghargaan dari mitra yang berpartisipasi dalam bentuk fasilitas kecil atau pengalaman khusus Berlin.

Berlin kini mencari perusahaan dan inisiatif yang ingin berpartisipasi. Fokusnya adalah pada lembaga-lembaga yang memiliki hubungan dengan lanskap perairan Berlin, seperti penyedia mobilitas, operator olahraga air dan pariwisata, restoran, serta lembaga budaya dan pendidikan. Penawaran yang akan muncul pada akhirnya bersifat 'fleksibel, mulai dari tambahan kecil hingga promosi khusus'.

Sementara itu, Berlin memiliki masalah sampah yang terus meningkat. Namun, dapat diasumsikan bahwa pembuangan sampah ilegal, seperti furnitur bekas dan mesin cuci tua, hampir tidak dapat disalahkan pada pengunjung.

Biaya untuk membersihkan sampah yang dibuang secara ilegal di Berlin mencapai sekitar 13,1 juta euro tahun lalu, naik dari sekitar 10,3 juta euro tahun sebelumnya, menurut laporan dari dinas kebersihan kota Berlin. Kantor ketertiban umum di distrik NeukΓΆlln melaporkan 15.000 pengaduan per tahun terkait sampah.

Selain sampah besar yang dibuang secara ilegal, barang-barang kecil seperti puntung rokok dan kemasan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penumpukan sampah di ruang publik. Para politisi Berlin semakin menanggapi dengan tindakan yang lebih tegas. Pendekatan utama adalah peningkatan denda yang substansial.

Pembuangan sampah besar secara ilegal dapat dikenakan denda sekitar Euro 1.500-11.000 tergantung pada volumenya, dan sanksi sebesar Euro 15.000 untuk kategori sampah berbahaya. Selain hukuman yang lebih tinggi, kota ini juga mengandalkan peningkatan inspeksi dan lebih banyak staf di kantor ketertiban umum. Tujuannya adalah untuk lebih sering menangkap pelanggar aturan dan menegakkan peraturan secara lebih konsisten.

Di ibu kota Denmark, Kopenhagen, konsep ini telah diterapkan sejak 2024, studi menunjukkan efek yang sangat positif. Di bawah skema "CopenPay", wisatawan diberi hadiah seperti perjalanan perahu atau penyewaan sepeda gratis untuk perilaku yang sangat berkelanjutan. Voucher tersedia bahkan jika Anda dapat menunjukkan bahwa Anda melakukan perjalanan ke sana dengan kereta api, bukan pesawat terbang.

Menurut sebuah survei, program CopenPay telah mendorong 70 persen wisatawan untuk mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan. Ini adalah temuan dari Wonderful Copenhagen, organisasi pariwisata untuk wilayah ibu kota Denmark.

Pengunjung di Kopenhagen yang memisahkan sampah mereka, menggunakan transportasi umum, dan memilih kegiatan seperti bersepeda atau mengikuti lokakarya keanekaragaman hayati dapat mengharapkan voucher. Dalam uji coba pada tahun 2024, ada 5.000 wisatawan berpartisipasi pada musim panas berikutnya angkanya sudah mencapai 25.000. Penyelenggara melaporkan peningkatan 59 persen dalam penyewaan sepeda dan minat yang kuat dari kota-kota di seluruh Eropa.




(bnl/bnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads