Tradisi Memandikan Patung Buddha Warnai Festival Songkran 2026 di Jakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tradisi Memandikan Patung Buddha Warnai Festival Songkran 2026 di Jakarta

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Minggu, 19 Apr 2026 07:11 WIB
Tradisi Memandikan Patung Buddha di Festival Songkran 2026
Tradisi Memandikan Patung Buddha di Festival Songkran 2026 (Nyimas Amrina Rosada/detikTravel)
Jakarta -

Tradisi memandikan patung Buddha mewarnai rangkaian Festival Songkran 2026 di Jakarta sebagai simbol doa keberkahan dan penghormatan terhadap budaya Thailand.

Tradisi memandikan patung Buddha menjadi salah satu rangkaian utama dalam Festival Songkran 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (18/4).

Ritual ini dilakukan setelah pembukaan acara dan dipimpin langsung oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, kemudian diikuti oleh sang jajaran perwakilan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prosesi ini berlangsung khidmat, di mana air disiramkan secara perlahan ke patung Buddha sebagai simbol penyucian diri sekaligus harapan akan keberkahan di tahun yang baru.

"Festival Songkran adalah saat dimulainya tahun baru Thailand dan hangatnya kebersamaan bersama keluarga, rangkaian kegiatan hari ini adalah memandikan patung Budha untuk mendapatkan keberuntungan, menuangkan air meminta restu kepada yang lebih tua, dan acara utama yaitu bermain air sebagai simbol kegembiraan," kata Prapan Disyatat dalam sambutannya di Kedutaan Besar Thailand.

ADVERTISEMENT
Tradisi Memandikan Patung Buddha di Festival Songkran 2026Tradisi Memandikan Patung Buddha di Festival Songkran 2026 Foto: Nyimas Amrina Rosada/detikTravel

Tradisi ini merupakan bagian penting dari perayaan tahun baru di Thailand. Dalam perayaan Songkran di Thailand, tradisi memandikan patung Buddha bukan sekadar simbol seremonial, tapi punya makna spiritual yang sangat dalam.

Selain memandikan patung Buddha, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan menuangkan air ke tangan orang-orang yang lebih tua. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan restu, yang dalam konteks budaya Indonesia mirip dengan tradisi sungkeman.

Praktik ini juga diyakini membawa berkah, keselamatan, serta keberuntungan sepanjang tahun 2026.

Perayaan Songkran sendiri identik dengan penggunaan air sebagai simbol pembersihan dari hal-hal buruk di masa lalu dan menyambut awal yang baru dengan harapan baik. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap rangkaian kegiatan yang digelar.

Festival Songkran di Jakarta tahun ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya, kuliner, hingga interaksi langsung yang memperkenalkan tradisi Thailand kepada masyarakat Indonesia.

Tradisi Memandikan Patung Buddha di Festival Songkran 2026Tradisi Memandikan Patung Buddha di Festival Songkran 2026 Foto: Nyimas Amrina Rosada/detikTravel

Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi bentuk pertukaran budaya yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Thailand.

"Kami berharap semuanya dapat berbahagia dan bisa menikmati peristiwa penting hari ini bersama kami dan keluarga agar bahagia, sejahtera, dan sehat selalu sepanjang tahun 2026," ujar. Prapan.

Melalui tradisi dan rangkaian kegiatan yang dihadirkan, Festival Songkran 2026 di Jakarta menjadi simbol harmonisasi budaya sekaligus pengalaman lintas negara yang berkesan bagi para pengunjung.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads