Rencana Pembangunan Kereta Api di Papua Ternyata Sudah Ada Sejak Lama

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rencana Pembangunan Kereta Api di Papua Ternyata Sudah Ada Sejak Lama

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Minggu, 19 Apr 2026 10:16 WIB
Ilustrasi kereta api
Ilustrasi kereta api (Getty Images/SUMAR TOYO)
Jakarta -

Rencana pembangunan jaringan kereta api di Papua ternyata sudah ada sejak lama. Masyarakat Papua sudah mendambakan kehadiran moda transportasi kereta.

Soal transportasi umum, harus diakui jika masih belum merata di seluruh Indonesia. Kereta api yang sudah lazim ditemui di pulau Jawa, ternyata masih jadi 'barang langka' di Papua.

Padahal rencana pembangunan moda trasportasi massal di Papua itu sudah tercetus sejak lama. Menurut catatan Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus usulan tersebut sudah ada sejak era gubernur-gubernur Papua yang terdahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mengenang pada masa kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebu (Kaka Bas) juga pernah memasukkan gagasan tentang kereta api di Tanah Papua sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua. Demikian pula Almarhum Lukas Enembe yang telah meletakkan fondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antar wilayah di Papua," kenang Rifai, seperti dikutip Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, apa yang dilakukan Gubernur Matius D. Fakhiri hanya untuk melanjutkan mimpi besar para pendahulunya. Rencana itu tentu sudah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian di Papua.

Pertemuan antara Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah dengan Direktur Utama KAI beserta jajarannya hanya awal dari mimpi besar itu. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku, yaitu membuka rute kereta Sentani-Jayapura.

"Jika rencana ini berjalan dengan baik, maka yang lahir bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua," papar Rifai.

Menurut catatan pemberitaan dari detikFinance, rencana besar pengembangan jaringan rel kereta api nasional ditargetkan hingga tahun 2030 mendatang.

Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, ditargetkan bentangan rel bisa mencapai 12.100 kilometer (km) yang tersebar di lima pulau terbesar di Indonesia pada 2030.

Rinciannya yaitu Jawa-Bali sepanjang 6.800, Sumatera sepanjang 2.900 km, Kalimantan sepanjang 1.400 km, Sulawesi sepanjang 500 km, dan Papua sepanjang 500 km.

Kebutuhan armada kereta api secara nasional hingga 2030 mendatang meliputi 2.805 lokomotif penumpang, 1.985 lokomotif barang, 27.960 kereta, dan 39.655 gerbong barang.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads