Krisis energi membayangi Eropa. Seiring makin tipisnya stok bahan bakar, 'kiamat' dunia penerbangan di benua itu jadi semakin nyata.
Dalam hitungan minggu, maskapai-maskapai di kawasan Eropa diperkirakan akan menghadapi tekanan serius akibat menipisnya pasokan avtur, seiring berlarutnya konflik antara Iran dan blok Amerika Serikat-Israel.
Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa Eropa mungkin hanya memiliki cadangan bahan bakar jet untuk sekitar enam minggu ke depan. Jika pasokan minyak dari Timur Tengah tidak segera pulih, gangguan penerbangan disebut tinggal menunggu waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat mengatakan bahwa dalam waktu dekat kita akan mendengar kabar bahwa beberapa penerbangan dari kota A ke kota B mungkin dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar jet," ujar Birol.
Peringatan ini muncul di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu konflik sejak akhir Februari. Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital ekspor minyak dari kawasan Teluk, telah mengguncang rantai pasok energi dunia.
Dampaknya mulai terasa di level maskapai. KLM, bagian dari grup Air France-KLM, mengumumkan akan memangkas 160 penerbangan dalam sebulan ke depan akibat tingginya harga bahan bakar jet berbasis kerosin.
Maskapai asal Belanda itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena kelangkaan fisik bahan bakar, melainkan tekanan biaya operasional.
"Ini menyangkut sejumlah terbatas penerbangan di dalam Eropa yang, karena kenaikan biaya kerosin, saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan. Tidak ada kekurangan kerosin," kata KLM.
Meski demikian, maskapai memastikan gangguan terhadap penumpang akan diminimalkan. "KLM memperkirakan periode libur Mei akan sibuk dan memastikan penumpang dapat melakukan perjalanan ke tujuan liburan mereka sesuai rencana."
Langkah ini mencerminkan tekanan finansial yang semakin besar di industri penerbangan, bahkan bagi maskapai yang telah melakukan lindung nilai terhadap harga bahan bakar. Air France-KLM sendiri telah melindungi 87% eksposur bahan bakarnya, namun tetap memilih memangkas penerbangan untuk menekan kerugian.
Pemangkasan difokuskan pada rute-rute sibuk seperti antara Bandara Schiphol Amsterdam ke London dan DΓΌsseldorf, di mana penumpang relatif mudah dialihkan ke penerbangan lain.
Meski sejauh ini belum terjadi kelangkaan nyata, situasi diperkirakan akan memburuk. Pengiriman bahan bakar yang sudah berangkat sebelum perang masih terus tiba di Eropa, namun gelombang terakhir kini telah sampai. Birol menyebut cadangan yang tersisa semakin menipis. "Mungkin hanya tersisa sekitar enam minggu bahan bakar jet," katanya.
Itulah berita terpopuler detikTravel, Sabtu (18/4) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang bayi Orangutan Kalimantan yang lahir di kebun binatang Madrid hingga sisi ekstrem gunung Carstensz yang sangat berbahaya.
Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel, Sabtu (18/4/2026):
1. 'Kiamat Penerbangan' Eropa di Depan Mata, Bahan Bakar Kian Menipis
2. Kabar Gembira, Bayi Orangutan Kalimantan Lahir di Kebun Binatang Madrid
3. Turis Hindari Timur Tengah, Spanyol-Portugal Banjir Pesanan Hotel-Penerbangan
4. Momen Menjijikkan yang Dilihat Pramugari di Pesawat
5. Tren Baru di China: Turis Berburu Hotel-hotel Murah
6. Lagi-lagi Soal Avtur Mahal, Maskapai Belanda Batalkan 150 Penerbangan
7. Festival Songkran 2026 Digelar di Jakarta Akhir Pekan Ini, Cek Rute ke Lokasi
8. Terpopuler: Ratusan Orang Tewas dalam Perang Air Terbesar di Dunia
9. Pesona Air Terjun Berlatar Gunung Merapi, Hidden Gem di Magelang
10. Mengenal Sisi Ekstrem Carstensz Pyramid: Mengapa Gunung Ini Sangat Berbahaya?
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong