Sistem penanganan bagasi di terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) mengalami gangguan dan mengganggu arus penumpang. Pemerintah Malaysia turun tangan.
Insiden itu terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Para penumpang mengeluhkan kondisi itu karena bagasi terlambat cukup lama, 2-3 jam.
Melansir CNA, Selasa (21/4/2026), Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, menegaskan bahwa gangguan di pintu gerbang utama negara tidak bisa dianggap sepele. Pemerintah federal pun langsung memerintahkan investigasi atas insiden tersebut, meski sistem kini telah kembali normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gerbang nasional tidak boleh mengalami gangguan berulang seperti ini. Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB) sebagai operator KLIA harus bertanggung jawab atas kerusakan ini," ujar Loke.
Media lokal melaporkan, gangguan tersebut menyebabkan keterlambatan bagasi antara dua hingga empat jam bagi sejumlah besar penumpang yang baru tiba. Meski tidak dijelaskan secara rinci kapan gangguan mulai terjadi, sistem disebut telah pulih pada malam hari yang sama.
Loke menekankan bahwa penumpang berhak mendapatkan layanan yang andal di bandara utama negara. Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian gangguan teknis tidak serta-merta menutup kasus ini.
"Penumpang yang melalui gerbang nasional kita berhak atas standar layanan yang dapat diandalkan. Insiden ini jelas gagal memenuhi harapan tersebut," kata dia.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan sekretaris jenderalnya untuk menggelar rapat darurat dengan sejumlah instansi terkait pada Senin. Pertemuan itu akan membahas evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar, termasuk waktu respons, komunikasi kepada penumpang, hingga rencana kontinjensi.
Selain itu, Civil Aviation Authority of Malaysia juga diminta menyelidiki insiden tersebut dan menentukan kemungkinan sanksi terhadap MAHB. Loke menilai gangguan itu mengindikasikan adanya persoalan yang lebih dalam di tubuh organisasi pengelola bandara.
"Kita tidak bisa mewujudkan ambisi menjadi salah satu bandara terbaik di dunia tanpa membangun budaya akuntabilitas dan tanggung jawab yang nyata," kata Loke.
Di sisi lain, keluhan penumpang ramai bermunculan di media sosial. Seorang pengguna Facebook, Kenc Low, mengaku mengalami keterlambatan bagasi saat tiba sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
"Aula kedatangan sangat padat dan waktu tunggu lebih dari satu jam. Saya sempat makan malam di lounge, tapi saat keluar, bagasi saya masih belum muncul," tulisnya.
Insiden ini menambah daftar gangguan serupa di KLIA. Sebelumnya, pada 6 Maret lalu, sistem bagasi di bandara yang sama juga sempat mengalami gangguan akibat masalah listrik, meski hanya berlangsung sekitar satu jam.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
Pendakian Berujung Maut di Gunung Dukono, Polisi Soroti Dugaan Kelalaian Guide