Kunjungan Turis ke AS Turun? Gedung Putih Bela Donald Trump

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kunjungan Turis ke AS Turun? Gedung Putih Bela Donald Trump

Bonauli - detikTravel
Rabu, 22 Apr 2026 13:13 WIB
U.S. President Donald Trump speaks to the press, as he departs from the White House, en route to Joint Base Andrews (JBA), in Washington, D.C., U.S., April 11, 2026. REUTERS/Annabelle Gordon
Foto: REUTERS/Annabelle Gordon
Washington -

Jumlah kunjungan turis ke AS pada tahun 2025 turun dibandingkan tahun 2024. Gedung Putih berkilah itu bukan salah Presiden Donald Trump.

Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia menyarankan Amerika untuk kembali membuka diri setelah belakang ini memicu banyak kebijakan yang menyulitkan turis.

Namun, Gedung Putih bersikeras bahwa Presiden Donald Trump telah berbuat lebih banyak untuk pariwisata Amerika daripada siapa pun, seperti dikutip dari Independent UK, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggapan tersebut muncul setelah penelitian oleh dewan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun perjalanan global mengalami tahun yang luar biasa pada tahun 2025, dengan jumlah wisatawan internasional meningkat sebesar 80 juta, pengeluaran wisatawan internasional di AS turun 4,6% menjadi USD 176 miliar dan kunjungan wisatawan asing merosot sebesar 5,5%.

ADVERTISEMENT

Meskipun beberapa pasar luar negeri tumbuh sebesar 1,7 juta kunjungan, hal ini diimbangi oleh kedatangan dari negara lain yang menyusut sebesar 5,7 juta, yang menyebabkan penurunan keseluruhan sekitar empat juta.

Dewan tersebut meyakini bahwa AS sekarang berada di persimpangan jalan dalam pengembangan pariwisatanya, dengan citra yang tercoreng sebagai destinasi dan berisiko kehilangan posisinya sebagai pasar perjalanan dan pariwisata terbesar di dunia kepada Tiongkok.

Perjalanan dan pariwisata di sana menyumbang USD 1,75 triliun terhadap PDB pada tahun 2025, tumbuh 9,9% dari tahun sebelumnya.

Terdapat sekitar 150 juta pengunjung internasional ke Tiongkok pada tahun 2025, dibandingkan dengan 68 juta ke AS.

Gloria Guevara, Presiden dan CEO dewan pariwisata, mengatakan AS harus mengubah persepsi wisatawan terhadapnya, dan memanfaatkan Piala Dunia yang diperkirakan kedatangan 1,24 juta pengunjung internasional.

"Untuk menghindari kehilangan posisi kepemimpinannya, AS harus berinvestasi dalam mempromosikan daya tariknya, baik di pasar internasional maupun selama musim sepak bola; mengubah persepsi dan memposisikan AS sebagai destinasi yang ramah; dan meningkatkan pengeluaran pengunjung internasional, mendorong persinggahan dan pengalaman baru," katanya.

Namun, Wakil Sekretaris Pers Anna Kelly dari Gedung Putih bersikap optimis, menyebut Trump sebagai kekuatan pendorong pengeluaran pariwisata.

"Presiden Trump telah melakukan lebih banyak untuk pariwisata Amerika daripada siapa pun, termasuk dengan menjadikan kota-kota kita aman dan indah kembali untuk dinikmati semua orang dan membawa acara-acara besar seperti Olimpiade Los Angeles dan Piala Dunia FIFA ke Amerika Serikat," kata Kelly.

"Agenda 'America First'-nya telah mengembalikan posisi negara kita sebagai pemimpin dunia bebas sekali lagi, menjadikannya tempat terbaik untuk tinggal atau berkunjung," sambung Kelly.

Dewan tersebut mengatakan bahwa tren penurunan pariwisata internasional AS sebagian besar didorong oleh Kanada, dengan 4,2 juta lebih sedikit warga Kanada yang pergi ke selatan ke AS untuk berlibur.

Jerman adalah pendorong penurunan terbesar kedua, dengan 225.000 kunjungan lebih sedikit. Penurunan signifikan lainnya terkait dengan India turun dengan 130.000 kedatangan dan Prancis dengan 116.000 kedatangan.

Negara bagian yang paling banyak menarik wisatawan di AS adalah New York, Florida, California, Nevada, dan Texas.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads