Kesaksian Turis dalam Kejadian Penembakan di Situs Bersejarah Meksiko

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kesaksian Turis dalam Kejadian Penembakan di Situs Bersejarah Meksiko

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 23 Apr 2026 07:14 WIB
People visit the Pyramid of the Sun, following the spring equinox, in the pre-hispanic city of Teotihuacan, on the outskirts of Mexico City, Mexico, March 21, 2024. REUTERS/Henry Romero
Piramida Teotihuacan, Meksiko. (REUTERS/Henry Romero)
Jakarta -

Kunjungan wisata di kompleks Piramida Teotihuacan, Meksiko, berubah mencekam setelah aksi penembakan terjadi di kawasan yang biasanya dipadati wisatawan itu.

Turis asal Amerika Serikat, Greg Magadini, mengaku harus melompat dari ketinggian sekitar 4,5 meter untuk menyelamatkan diri. Saat itu, ia sedang mengikuti tur bersama rombongan.

Ia mengatakan suara tembakan pertama terdengar seperti retakan besar. Namun, situasi cepat berubah kacau ketika rentetan tembakan menggema di antara bangunan piramida.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suara tembakan terdengar semakin keras karena memantul di area piramida," ujarnya dikutip dari NBC News, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Greg menyebut pelaku berada sekitar 12 meter darinya ketika ia memutuskan melompat untuk mencari perlindungan. Salah satu rekannya mengalami cedera pergelangan kaki saat berusaha menyelamatkan diri dan harus dirawat di rumah sakit, sementara dirinya hanya mengalami luka gores ringan.

"Itu sangat menakutkan," katanya.

Otoritas Meksiko mengidentifikasi pelaku bernama Julio Cesar Jasso Ramirez yang usianya 27 tahun. Ia menembak mati seorang perempuan asal Kanada serta melukai tujuh orang lainnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Pihak berwenang menyatakan kawasan Teotihuacan akan kembali dibuka, namun akses ke Piramida Bulan masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Saksi lain, Abigail Stoddard, mengaku awalnya mengira suara yang terdengar adalah kembang api.

Seorang pria menembak pengunjung di Teotihuacan, Meksiko , menewaskan satu turis Kanada dan melukai beberapa orang. REUTERS/Luis CortesPenembakan wisatawan di Piramida Teotihuacan, Meksiko. (REUTERS/Luis Cortes)

"Kami mulai mendengar tembakan, tapi tidak langsung curiga karena kami diberi tahu mungkin itu kembang api," ungkap Abigail.

Namun, setelah melihat orang-orang berlarian, ia dan pasangannya langsung bersembunyi di balik tembok.

"Kami melihat perempuan asal Kanada itu di puncak, yang kemudian tewas tertembak. Itu sangat menakutkan," kenangnya.

Adapun turis lainnya, Jacqueline Gutierrez, mengatakan pelaku sempat melontarkan pernyataan bernada kebencian terhadap wisatawan asing di sana.

"Ini tempat untuk pengorbanan, bukan untuk kalian mengambil foto-foto bodoh," jelas Gutierrez menirukan ucapan pelaku.

Dalam video yang ia rekam, terdengar suara yang diduga pelaku mengancam 'Jika kalian bergerak, saya akan mengorbankan kalian'. Sementara itu, pengunjung bernama Tim Chung mengatakan dirinya mulai menyadari situasi berbahaya ketika melihat dua orang terjatuh dari platform pengamatan di tengah suara tembakan.

"Saat itu saya tahu ada sesuatu yang buruk terjadi," ucap Chung.

Dari insiden tersebut, Jaksa Agung Meksiko, Jose Luis Cervantes MartΓ­nez, mengungkapkan petugas menemukan tas milik pelaku berisi senjata api, pisau, serta 52 butir amunisi. Selain itu, ditemukan pula catatan dan materi yang berkaitan dengan Columbine High School Massacre.

Seorang pria menembak pengunjung di Teotihuacan, Meksiko , menewaskan satu turis Kanada dan melukai beberapa orang. REUTERS/Luis CortesPenembakan wisatawan di Piramida Teotihuacan, Meksiko.(REUTERS/Luis Cortes)

"Bukti yang ada sejauh ini menunjukkan profil psikopat pada pelaku," kata Cervantes Martinez.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan dukungan bagi para korban luka. Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kurang dari 25 menit kemudian, aparat gabungan tiba di lokasi.

Saat petugas datang, pelaku sempat menembaki aparat sebelum akhirnya tewas. Baku tembak juga sempat terjadi dan disaksikan oleh sejumlah wisatawan yang berlindung di sekitar lokasi.

Secara keseluruhan, tujuh orang terluka akibat tembakan, sementara enam lainnya mengalami luka serius dalam insiden tersebut. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan pihaknya mengetahui adanya warga AS yang menjadi korban dan tengah memberikan bantuan konsuler. Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Johnson, menyampaikan keprihatinannya.

"Kami mengikuti perkembangan ini dengan duka mendalam. Doa kami untuk para korban dan keluarga mereka," ungkap Johnson.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads