Sudah 20 Tahun Titiek Tidak ke Labuan Bajo: Pangling Banget, Masyaallah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sudah 20 Tahun Titiek Tidak ke Labuan Bajo: Pangling Banget, Masyaallah

Ambrosius Ardin - detikTravel
Sabtu, 25 Apr 2026 22:12 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat diskusi dengan pelaku pariwisata di Labuan Bajo
Titiek Soeharto di Labuan Bajo (Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Sudah 20 tahun lamanya, Titiek Soeharto tidak mengunjungi Labuan Bajo. Dia pun merasa pangling dengan keindahannya sampai mengucap, 'Masyaallah indah sekali'.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akhirnya menginjakkan kaki kembali ke Labuan Bajo setelah 20 tahun lamanya tidak berkunjung ke sana.

Titiek mengaku terkesan dengan keindahan Labuan Bajo. Putri mantan presiden Soeharto itu mengaku terakhir kali datang ke Labuan Bajo sekitar 20 tahun yang lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diungkapkan Titiek saat memimpin rombongan Komisi IV DPR RI berdiskusi dengan Kementerian Kehutanan dan pelaku pariwisata membahas kuota wisata Taman Nasional Komodo pada Jumat (24/4) di Labuan Bajo.

"Untuk saya pribadi saya senang sekali hari ini saya bisa datang lagi ke Labuan Bajo setelah mungkin 20 tahun yang lalu ya saya datang ke sini," aku Titiek.

ADVERTISEMENT

"Tadi pangling banget, tadi malam datangnya malam-malam nggak kelihatan (keindahan Labuan Bajo), begitu pagi masya Allah indah sekali di sini ya," imbuh politikus partai Gerindra tersebut.

Titiek tiba di Labuan Bajo pada Kamis (23/4) malam untuk menghadiri acara diskusi yang digelar di sebuah restoran dengan view laut Labuan Bajo. Dari restoran itu terlihat ratusan kapal pinisi berlabuh dan gugusan pulau-pulau kecil yang indah.

Titiek juga terkesan dengan kondisi di sepanjang jalan Labuan Bajo yang dinilainya bersih. "Sepanjang jalan ini bagus dan bersih itu saya sangat mengapresiasi sekali," ujar Titiek.

Bupati Manggarai Barat Mengeluh Tak Kebagian Cuan Komodo

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengeluhkan daerah yang dipimpinnya tak kebagian cuan dari Taman Nasional (TN) Komodo. Pada tahun 2025, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) TN Komodo dari tiket masuk wisatawan mencapai Rp 100 miliar lebih. Semuanya disetor ke pemerintah pusat.

Keluhan itu disampaikan Edi Endi kepada Titiek dalam diskusi Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kehutanan dan pelaku pariwisata membahas kuota wisata TN Komodo.

"Kemarin Pak Bupati mengeluhkan bahwa pemasukan-pemasukan (dari TN Komodo) semuanya ditarik ke pusat, sini hanya kebagian sedikit ya pak?" tanya Titiek.

Edi Endi langsung menyahut. Ia menegaskan tak satu rupiah pun cuan TN Komodo itu dibagikan ke Pemkab Manggarai Barat.

"Ibu Ketua, kalau sedikit itu masih ada, ini tidak ada, nol," tegas Edi Endi.

Titiek pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan Bupati Edi Endi tersebut.

"Pak Bupati, ini sebetulnya bukan urusan kami komisi IV, tapi Insyaallah kami usahakan sampaikan supaya kebagianlah untuk daerah ini. Karena jumlahnya cukup besar, setahun berapa yang bisa terkumpul PNBP-nya," kata Titiek.

Edi Endi menjawab PNBP TN Komodo tahun 2025 mencapai Rp 100 miliar. Titiek kemudian menimpalinya. "Rp 100 miliar, bapak nol, nol aja?" ujarnya.

Edi Endi kemudian menanggapinya dengan mengatakan bahwa Manggarai Barat bukan hanya tidak dapat cuan TN Komodo, tapi yang ada malah buntung.

"Kosong, kalau kosong juga masih baik, malah buntung, bu," ujar Edi. Pernyataan Edi Endi mengundang gelak tawa anggota Komisi IV dan peserta diskusi lainnya.

Kendati tak dapat cuan dari TN Komodo, Titiek menyinggung Edi Endi tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai Barat yang mencapai Rp 136 miliar pada 2025. "Tapi kan PAD-nya ada Rp 127 (miliar)," ujar Titik.

Edi Endi mengakui realisasi PAD itu. Namun politikus partai NasDem itu menegaskan realisasi PAD itu tak ada yang sumbernya langsung dari TN Komodo.

"PAD Rp 127 miliar itu ya lagi-lagi sumbernya itu bukan dari Taman Nasional Komodo. Itu dari pajak hotel dan restoran yang ada di darat," ujar Edi Endi.

Ia mengakui PAD Manggarai Barat itu ada korelasinya dengan destinasi wisata TN Komodo. Namun tak ada PAD yang bersumber langsung dari TN Komodo. "Bahwa apakah ada korelasi terkait dengan soal spot-spot yang ada di TN Komodo, iya," tegas Edi Endi.

Titiek kemudian menegaskan hal yang sama bahwa ada korelasi PAD dengan TN Komodo. "Ada dong, Pak," ujar Titiek.

Edi Endi membenarkannya tapi menegaskan itu tak berkontribusi langsung pada PAD. "Ada, lagi-lagi ada korelasi tapi apakah secara langsung? tidak Bu," kata dia.

----------

Artikel ini telah naik di detikBali.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads