Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dipenuhi sampah kendati baru dibuka lagi dalam waktu satu minggu. Sampah-sampah itu diduga milik pendaki tak bertanggung jawab.
Berdasarkan unggahan video yang viral di media sosial, tumpukan sampah yang didominasi bungkus plastik makanan tampak berserakan di sepanjang jalur pendakian.
Jalur pendakian bahkan menyempit akibat tumpukan sampah tersebut. Para pendaki pun harus ekstra hati-hati menjaga pijakan, baik saat menanjak maupun turun dari puncak Gunung Gede Pangrango.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Agus Deni, sangat menyayangkan aksi oknum pendaki yang tidak menjaga kelestarian lingkungan tersebut.
Padahal, jalur pendakian baru saja dibuka pada 13 April 2026 lalu, setelah ditutup selama berbulan-bulan demi pemulihan ekosistem.
"Sangat disayangkan dengan ulah oknum pendaki ini. Mereka malah membuang sampah sembarangan yang membuat Gunung Gede tidak hanya kotor tetapi mengancam lingkungan serta ekosistem," kata Agus, dikutip dari detikJabar, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, para pendaki sebenarnya sudah diimbau untuk membawa turun kembali sampah plastik atau bungkus makanan yang mereka bawa.
"Imbauan sudah kami lakukan sejak mereka naik. Oleh petugas pasti diberikan imbauan agar tidak buang sampah serta membawa kembali sampahnya. Tapi masih saja ada yang membandel," kata dia.
Demi memulihkan kebersihan jalur, BBTNGGP berencana menggelar agenda operasi bersih dalam waktu dekat.
"Sudah direncanakan agenda bersih-bersih, tapi untuk waktunya masih dibahas," kata dia.
Ia kembali meminta para pendaki untuk memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah sekecil apa pun di kawasan konservasi.
Selain itu, pendaki dilarang keras menjadikan sumber mata air di kawasan Gunung Gede Pangrango sebagai tempat mandi, apalagi untuk buang air besar.
"Beberapa waktu lalu ada yang mandi di sumber mata air. Tentu itu mencemari. Makanya sedang kami identifikasi. Baik yang membuang sampah sembarangan atau mencemari sumber mata air terancam sanksi, maksimal blacklist dari taman nasional," kata dia.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026