Mengenal Tinglish, Bahasa Inggris ala Orang Thailand-Saingannya Singlish

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Tinglish, Bahasa Inggris ala Orang Thailand-Saingannya Singlish

Hari Suroto - detikTravel
Senin, 27 Apr 2026 21:16 WIB
Tourists are seen in Bangkoks Chinatown, Thailand, May 16, 2025. REUTERS/Athit Perawongmetha
Ilustrasi turis di Thailand (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok -

Jika orang Singapura punya Singlish atau Singapore English, maka Thailand punya Tinglish alias Thailand English, bahasa Inggris ala orang Thailand.

Same Same But Different merupakan judul film romantis Jerman, pertama kali dirilis pada 2009 dan dapat penghargaan Film Bavaria sebagai sinematografi terbaik (Beste Bildgestaltung) pada 2010 silam.

Same Same But Different adalah salah satu contoh kalimat dalam bahasa Tinglish alias Thailand English.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahasa ini dikenal di Thailand, terutama di daerah destinasi wisata populer bagi turis asing seperti Bangkok, Phuket, Chiang Mai dan Pattaya.

Tinglish berasal dari bahasa Thailand dan Inggris (Thailand + Inggris = Tinglish). Pada dasarnya, Tinglish adalah versi bahasa Inggris dalam bahasa Thailand.

ADVERTISEMENT

Tinglish membantu menjembatani kesenjangan antara bahasa Thailand dan Inggris. Hal ini memungkinkan orang Thailand untuk berkomunikasi dengan wisatawan, meskipun kemampuan bahasa Inggris mereka tidak sempurna menurut standar orang pada umumnya.

Tinglish menunjukkan bagaimana bahasa dapat beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang menggunakannya setiap hari.

Tinglish memiliki struktur tata bahasa Inggris yang lebih sederhana daripada bahasa Inggris standar, misalnya saja "love you long time,". Atau "I didn't want to go yesterday" akan diucapkan sebagai "Yesterday I not want go". Strukturnya seperti terbolak-balik, tidak pada umumnya.

Ada juga pengulangan beberapa kata bahasa Inggris di mana kata tersebut terdapat dalam bahasa Thailand, misalnya "same same," atau "near near" yang diartikan sebagai, sama-sama dan dekat-dekat.

Secara linguistik, bahasa Thailand sangat bergantung pada konteks, penghilangan kata ganti, artikel, dan penanda lain yang wajib (atau setidaknya penting untuk makna) dalam bahasa lain.

Misalnya, kalimat bahasa Inggris "I am going to the market" membutuhkan kata ganti ('I'), bentuk kata kerja present continuous ('am going'), preposisi ('to'), artikel ('the'), dan kata benda ('market').

Tetapi penutur bahasa Thailand dapat dengan mudah menggunakan hanya dua kata: kata kerja dan kata benda. Kalimat bahasa Thailand yang sempurna, yaitu bai talat, secara harfiah diterjemahkan menjadi "pergi ke pasar".

Tinglish bisa tanpa konjugasi kata kerja, tanpa deklinasi kata benda, tanpa "a", "an", "the", "some", atau "any", terkadang kata-kata seperti "is" atau "are" mungkin dihilangkan, atau bentuk kata kerja mungkin digunakan secara berbeda.

Salah satu hal yang paling mencolok tentang tinglish adalah pengucapannya yang unik. Orang Thailand mungkin mengucapkan beberapa bunyi bahasa Inggris secara berbeda karena bunyi-bunyi tersebut tidak ada dalam bahasa Thailand.

Misalnya, bunyi "th" dalam kata-kata seperti "think" atau "that" bisa jadi sulit, sehingga mungkin terdengar lebih seperti "t" atau "d." Selain itu, bunyi "r" mungkin diucapkan lebih seperti "l."

Orang Thailand biasanya menggunakan jam 24 jam, seperti 13:00 untuk pukul 1 siang, bukan jam 12 jam (AM/PM) yang banyak digunakan penutur bahasa Inggris.

Jadi, dalam tinglish, jika seseorang mengatakan "See you at 15:00," yang mereka maksud adalah pukul 3 sore.

--------

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads