Gelombang wisatawan asal Korea Selatan yang berkunjung ke China terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring kemudahan akses perjalanan dan membaiknya hubungan kedua negara.
Tren itu bisa terlihat dari maraknya tren konten kreator Korea Selatan yang menjadikan berbagai kota di China sebagai destinasi utama. Kunjungan wisatawan Korea Selatan melonjak setelah China memperpanjang kebijakan bebas visa sepihak bagi warga negara tersebut.
Aturan yang mulai berlaku pada 2024 dan diperpanjang pada November lalu itu memungkinkan kunjungan hingga 30 hari untuk keperluan wisata, bisnis maupun keluarga sehingga mempermudah perjalanan jangka pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari The Korea Times, Selasa (28/4/2026) data resmi menunjukkan sekitar 3,16 juta wisatawan Korea Selatan berkunjung ke China sepanjang 2025, meningkat 36,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari saja, jumlah kunjungan mencapai lebih dari 300.000 orang atau naik 48% secara tahunan.
Sejumlah kota menjadi tujuan favorit seperti Shanghai, Shenzhen, Chengdu, dan Zhangjiajie. Destinasi tersebut menawarkan beragam daya tarik, mulai dari pusat belanja dan suasana kosmopolitan hingga wisata budaya dan alam.
Seiring lonjakan kunjungan tersebut, banyak wisatawan Korea Selatan yang juga memproduksi konten perjalanan. Mereka mendokumentasikan pengalaman kuliner, interaksi dengan warga lokal, hingga perkembangan infrastruktur di berbagai kota.
YouTuber Heechulism, yang memiliki 1,2 juta pelanggan, mengaku terkesan dengan kehidupan sehari-hari di Shenzhen.
"Wow, Shenzhen punya McDonald's!" ujarnya dalam salah satu video.
Ia juga mencoba taksi listrik tanpa pengemudi dan menilai perkembangan teknologi di kota tersebut sangat pesat, termasuk penggunaan armada kendaraan listrik dari merek lokal.
Pengalaman serupa dibagikan YouTuber NakANG saat mengunjungi Chengdu. Ia mendokumentasikan wisata kuliner dan mengapresiasi fasilitas umum berteknologi tinggi, termasuk sistem informasi di toilet.
Selain itu, sejumlah wisatawan juga menyoroti kemudahan sistem pembayaran digital di China, meski sebagian sempat mengalami kendala pada awal penggunaan. Mereka juga memuji kebersihan kota, efisiensi kereta cepat, serta harga makanan yang dinilai relatif terjangkau.
Vlogger Park Dae-il, yang telah tinggal di China selama tujuh tahun, menilai tren peningkatan kunjungan itu sangat terasa. "Vlogger Korea Selatan berbondong-bondong ke China setelah kebijakan bebas visa," katanya.
Menurut Park Dae-il, tingginya minat tersebut juga dipicu respons positif audiens terhadap konten tentang China. "Ada juga yang memang tertarik dengan budaya dan peluang bisnis, bahkan datang untuk melihat kemungkinan kerja sama atau usaha," lanjut Park Dae-il.
Peningkatan jumlah wisatawan ini terjadi di tengah membaiknya hubungan diplomatik China dan Korea Selatan dalam dua tahun terakhir. Kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan ke Beijing pada awal Januari turut memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan budaya.
Di sisi lain, China memang tengah memperluas kebijakan bebas visa sejak 2023 untuk menarik kembali wisatawan asing setelah pandemi. Otoritas imigrasi mencatat sepanjang 2025 terdapat 30,08 juta kunjungan bebas visa, atau hampir tiga perempat dari total kedatangan wisatawan asing, meningkat lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026